Kisah Anak-anak Panti Asuhan dalam My Life as a Zucchini

Kisah persahabatan di antara anak-anak yang tak beruntung merupakan kisah sederhana yang menyentuh. Di dalam animasi berjudul My Life as a Courgette atau My Life as a Zucchini ini penonton diajak menyelami curahan hati anak-anak yang tinggal di sebuah panti asuhan. 

Icare, seorang anak laki-laki, tinggal bersama ibunya yang pemabuk. Suatu ketika saat ibunya sedang saat mabuk dan hendak memarahi Icare, ia ketakutan. Tak sengaja ia membanting tingkap loteng dimana membuat ibunya jatuh dan kemudian meninggal. Icare yang disebut Courgette (sejenis sayuran) oleh ibunya pun jadi yatim piatu. Ia oleh petugas polisi yang bernama Raymond diantar ke sebuah panti asuhan ditemani layang-layang dan sebuah botol bekas minuman.

Awal-awal di panti asuhan sangat berat bagi Icare. Mereka mengolok-olok sapaannya. Ia sering diejek oleh Simon, pemimpin di panti asuhan tersebut. Hingga suatu ketika keduanya berkelahi dan kemudian berteman. Simon pun menceritakan latar belakang anak-anak tersebut. Icare pun kemudian dengan sedih bercerita tentang ibunya, dimana meskipun pemabuk, ia sangat menyayanginya. Ibunya menjadi demikian sejak ayahnya meninggalkan mereka. Tapi ia mengaku juga masih sayang pada ayahnya.

Suatu ketika datang penghuni baru bernama Camille. Ia anak perempuan yang aktif dan manis. Icare pun langsung suka kepadanya. Rupanya ia berasal dari keluarga yang bermasalah. Ia akan tinggal di panti asuhan tersebut untuk sementara, sebelum kemudian bibinya yang jahat akan membawanya agar dapat uang. Icare dan Simon pun berniat membantunya. Tapi bagaimana dua bocah itu dapat menolongnya?

My Life as a Courgette alias My Life as a Zucchini merupakan film animasi yang diadaptasi dari novel berjudul  Autobiographie d’une Courgette oleh Gilles Paris. Film ini mendapat nominasi Oscar tapi kemudian yang menang adalah Zootopia.

Film yang disutradarai oleh Claude Barras ini  merupakan animasi dengan konsep stop motion. Sosok kartunnya dibuat dari boneka kemudian digerakkan seperti film kartun pada umumnya. Alhasil wajah kartun film animasi ini berbeda dengan animasi Jepang dan animasi pada umumnya.

Yang membuat film ini berkesan adalah ceritanya. Kisahnya menyentuh dan sederhana dimana berkisar pada anak-anak yatim piatu yang merindukan kasih sayang orang tua dan persahabatan teman-temannya.

Gambar milik: Blue Spirit Productions dan Gebeka Films

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 27, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: