Warna-warni Generasi Z Tersaji di Film My Generation

Masa remaja menurutku masa penuh warna-warni, gejolak adrenaline, dan turun naik emosi. Semua emosi itu hadir dan agak sulit terkendali. Tiba-tiba merasa galau, kemudian kembali ceria lagi bak roller coaster. Selain emosi yang mudah meledak-ledak, ada keinginan untuk menyuarakan pendapat tentang berbagai hal, seperti tidak setuju akan aturan sekolah, enggan dikekang orang tua, dan sebagainya. Lantas bagaimana dengan remaja generasi Z, apakah mereka sama atau  malah sama sekali berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya?  Jika penasaran akan karakter dan konflik yang dialami gen Z, Kalian bisa menyaksikan film My Generation yang bakal tayang 9 November. Seperti apakah filmnya?

Pada teaser dan trailer My Generation yang telah diunggah di youtube oleh IFI Sinema, Kalian bisa melihat cuplikan-cuplikan adegan yang menunjukkan konflik yang ada pada remaja now dan apa yang mereka harapkan dari orang tua, guru, dan sekeliling mereka.

Tokoh utama dalam film ini adalah empat sahabat bernama , Suki, Konji, Orly, dan Zeke yang masih duduk di bangku SMA. Suatu kali mereka membuat video tentang apa yang mereka benci dan inginkan. Video tersebut tersebar sehingga membuat mereka bermasalah dengan keluarga dan sekolah. Keempatnya pun kemudian dilarang ikut liburan sekolah. Bukannya sedih, mereka punya cara tersendiri untuk membuat liburan ala mereka. Mereka mengalami berbagai hal yang menjadi momentum perubahan mereka dan sekelilingnya.

Apa sih yang disuarakan di video tersebut sehingga membuat sekeliling mereka gusar? Ada banyak hal yang disuarakan oleh keempat remaja tersebut. Mereka merasa orang tua selalu menganggap anaknya salah dan dirinya benar, meributkan hal-hal kecil, selalu curiga terhadap teman-teman mereka, over protective,memaksa anak-anaknya menjadi seperti mereka, dan merasa jaman mereka semuanya jauh lebih baik daripada sekarang. Mereka merasa kesal orang tuanya hanya mengukur masa depan dengan uang, bagaimana kita bisa sukses dan kaya. Padahal, Suki merasa kebahagiaanlah yang terpenting, dengan mengikuti mimpi dan pilihan hidupnya sebagai seniman.

Ya, akan ada banyak hal yang diprotes oleh para remaja tersebut dengan kehidupan sekelilingnya dalam film ini. Dalam trailer-nya juga disuguhkan berbagai kenakalan khas remaja, seperti perkelahian, mencobai hiburan malam, menjahili seseorang, dan sebagainya. Isu remaja masa kini pun diselipkan, seperti permasalahan gender, label yang menempel pada perempuan, dan berbagai alasan mengapa mereka begitu lekat dan teradiksi dengan media sosial.

Orly yang kritis dan tidak suka dengan label yang menempel pada perempuan

Zeke merasa orang tuanya mudah curiga. Ia pemberontak tapi setia kawan.

Konji remaja yang naif dan orang tuanya terlalu protektif.

Suki ingin menjadi seniman. Ia cool tapi sebenarnya mengalami krisis kepercayaan diri.

Film My Generation ini dibintangi oleh pendatang baru yaitu Alexandra Kosasie, Arya Vasco, Bryan Langelo, dan Lutesha. Mereka terpilih dari sekian banyak remaja yang mengikuti audisi, termasuk dari tiga daerah yaitu Yogyakarta, Denpasar, dan Bandung. Keempatnya mewakili sosok remaja yang cuek (Suki), kritis (Orly), polos (Konji), dan pemberontak (Zeke). Mereka akan beradu akting dengan Tio Pakusadewo, Ira Wibowo, Karina Suwandhi, Aida Nurmala, dan Indah Kalalo. Oh ya ada juga penampilan khusus dari sutradara Pengabdi Setan, si Joko Anwar.

Meskipun temanya terkesan ringan khas remaja, film ini bukan proyek film ecek-ecek.  Mba Upi sebagai sutradara melakukan proses riset selama dua tahun dengan metode social media listening, sebelum melakukan proses produksi selama setahun di bawah bendera IFI Sinema.

Ada Joko Anwar dan Ira Wibowo

Mba Upi sendiri dikenal sebagai sutradara perempuan yang mumpuni. Film-filmnya banyak dikenal oleh pecinta film Indonesi, di antaranya 30 Hari Mencari Cinta (2004), Realita Cinta dan Rock & Roll (2006), Radit dan Jani (2008), Serigala Terakhir (2009), Belenggu (2013),  dan My Stupid Boss (2016). Ia juga dikenal sebagai penulis skenario, seperti film Pertaruhan dan My Sweet 20. Lewat Belenggu, Upi terpilih menjadi nominasi film terbaik dan sutradara terbaik pada ajang Festival Film Indonesia.

Sebagian pemeran dan sutradara My Generation saat konpers di Qubicle Center Kebayoran (sumber: MB Comm.)

Sedangkan IFI Sinema sudah malang melintang di dunia perfilman nasional sejak tahun 2007. Rumah produksi ini sering bekerja sama dengan Upi. Ini merupakan proyek kolaborasi mereka kesekian setelah Coklat Stroberi, Radit dan Jani, Serigala Terakhir, dan Pertaruhan.

 

Apa sih yang diharapkan setelah menonton film ini? Kalian, baik yang masih remaja, sudah dewasa, atau sekarang menjadi orang tua dan guru, bakal lebih paham masalah atau isu yang dirasakan remaja gen Z, apa sih yang mereka tidak sukai dan apa sebenarnya potensi besar mereka. Tak kenal maka tak sayang.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 19, 2017.

6 Tanggapan to “Warna-warni Generasi Z Tersaji di Film My Generation”

  1. jadi penasaran sama film ini

  2. Film yang akan membawa kita kembali ke masa remaja. Selain itu, pemainnya pun fresh alias pemain baru meski tetep ada pemain seniornya.

    Pastinya seru ya nonton film ini.

  3. filmnya keren kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: