Kelepon

Melihat kue basah bundhar berwarna hijau dan berselimutkan parutan kelapa itu aku teringat masa lalu. Sebuah kisah yang lucu. Tentang kelepon dan bisul.

Kata nenekku jika di badan ada bisul maka segeralah mencari dan menyantap kelepon. Konon ketika penderita bisul menyantap kelepon dan gula merah yang terkurung dalam kulit kelepon menyeruak, maka bisulnya akan segera sembuh. Aku sendiri tak pernah percaya cerita tersebut dan tidak suka mendengar bisul dianalogikan dengan kelepon.

Kelepon itu kue kegemaranku waktu masih kecil. Bersama dengan telur puyuh, pisang goreng, dan kue serabi berselimut gula putih, kue kelepon menjadi favorit. Seratus perak dapat tiga buah kelepon mungil dalam cup. Sekali makan lhep, kelepon pun meletus di tenggorokan, mengeluarkan lavanya yang manis dan sedap.

Waktu ketika sudah agak besar, aku doyan membuat kue kelepon sendiri. Ternyata bikinnya gampang-gampang susah. Proses yang susah saat memasukkan gula. Jika tutupnya tidak rapat atau ada bagian kulit yang terbuka maka saat direbus gulanya akan keluar. Setelah matang direbus maka digulingkan di atas parutan kelapa muda yang dikukus terlebih dulu, biar tidak mudah basi.

Sebenarnya pembuatannya mudah. Yang bikin repot itu menyiapkan bahan-bahannya. Ada tepung ketan, air kapur sirih untuk memberi tekstur kenyal, juga air daun suji untuk memberi pewarna alami berwarna hijau. Biasanya aku mengambil 10 lembar daun pandan suji milik nenek, kemudian memblender atau menguleknya. Baru kemudian disaring. Warna hijaunya memang indah dan natural. Untuk memarutnya biasanya juga kukerjakan sendiri. Kemudian diberi sedikit garam dan dikukus. Gula merah disisir dulu agar mudah dimasukkan. Namun, diupayakan tidak basah atau mencair karena jika basah maka akan menyulitkan memasukkannya ke adonan kulit.

Wah jadi ingat betapa senangnya dulu mengisi liburan dengan masak-masakan. Dulu karena kondisi ekonomi keluarga pas-pasan maka kami jarang tamasya. Alhasil waktu liburan diisi dengan membaca dan belajar memasak. Kelepon salah satu kegemaranku, selain membuat kue karamel atau kue sarang madu dengan teksturnya yang unik.

Kalian adakah kenangan dengan kelepon?

Gambar ini dokpri, pernah kugunakan di pustakakulinerku

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 5, 2017.

4 Tanggapan to “Kelepon”

  1. Pagi ini,aku pengen banget sarapan pake kelepon.

  2. Aku suka sekali klepon atau onde-onde, bisa muntah2 klo makan saking banyaknya..😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: