Ketika Mungil Tak Pulang Sehari

Kucing mungil itu tak kembali hingga larut malam. Aku memanggil-manggil kucing itu di halaman, tidak ada suara meongannya yang khas. Di loteng juga tidak ada sosoknya. Kemanakah gerangan si Mungil? Aku mencemaskannya.

Kucing Mungil itu kucing yang dulu pernah ingin kubuang. Oleh karena sudah ada kucing jantan bernama Nero terlebih dahulu, aku pikir tak baik punya kucing jantan lagi. Lagipula rasanya aku tak sanggup punya kucing lagi. Tapi si Upik merasa kasihan. Biarkan saja kucing itu di halaman.

Kucing itu tumbuh dengan cepat. Ia juga sehat. Meskipun ditelantarkan oleh induknya ia tetap hidup dan kuat. Ia hidup dari sisa jatah Nero.

Saat aku pindah sementara, hanya Nero yang kubawa. Tapi Nero juga tak kerasan, maka aku hampir setiap hari menengok dan memberi makan Nero. Si Mungil lah yang selalu menyambutku. Ia menyambutku dengan gembira. Hingga saat ini. Setiap pulang kerja Mungil menyambutku. Kemudian di Nero pun cemburu, ia suka menakut-nakuti Mungil. Ia juga berupaya menggantikan posisi Mungil sebagai penyambutku. Wah punya dua kucing jantan ternyata berat, keduanya cemburuan.

Ya, Minggu malam Mungil tidak pulang. Paginya ia ditakut-takutin oleh Nero. Saat asyik tiduran di tangga, Nero menghampirinya dan mengancamnya. Hampir terjadi perkelahian. Si Mungil pun melesat kabur.

Senin pagi aku tak tenang si Mungil tak kunjung kembali. Bagaimana jika ia tak kembali? Apakah perlu aku buat pengumuman kucing hilang dan kusebarkan? Bagaimana jika ia tak bernyawa?

Aku jadi sedih. Aku ingat bagaimana dulu menangis ketika Nero sakit. Aku sedih melihat Nero diopname. Ketika kini giliran Si Mungil tak pulang aku jadi ikutan cemas. Kemanakah kucingku? Aku jadi risau selama bekerja.

Ketika aku pulang aku mendapat kejutan. Seekor kucing berlari menyambutku. Ia si Mungil. Kucing belang hitam putih yang manis dan penyayang. Ia tak sebesar Nero, tidak jail, doyannya bobo dan bulunya lembut.

Si Nero dan si Mungil sama-sama kusayang. Hemmmm Nero lebih kusayang sih hihihi.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 10, 2018.

5 Tanggapan to “Ketika Mungil Tak Pulang Sehari”

  1. Wah pilih kasih

  2. Gemessss deh liat pola tingkah laku kucing 🙂
    Aku juga ada di rumah, namanya coco, milo, timmy, dan MeiMei 🙂

    Cheers,
    Dee – heydeerahma.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: