Fade to Black

Fade to Black. Entah kenapa aku memilih lagu ini untuk kudengarkan jelang Jumat siang. Lagu ini menurutku salah satu lagu terbaik dari Metallica. Aku mendengarkannya sejak SD dan sampai saat ini aku masih menyukainya. Lagu ini sebenarnya suram, sangat muram, tentang seseorang yang putus asa.

Life it seems, will fade away
Drifting further everyday
Getting lost within myself
Nothing matters, no one else

I have lost the will to live
Simply nothing more to give
There is nothing more for me
Need the end to set me free

Dulu waktu aku masih SD dan baru mengenal lagu-lagu Metallica, aku menyukai lagu ini gara-gara musiknya. Aku menyukai intro lagunya yang panjang, sehingga aku bisa lebih menikmati permainan gitar dari salah satu dewa gitar, Kirk Hammett. Permainan gitar Kirk di lagu ini memang salah satu karya masterpiece dan dinamis. Lagu dengan durasi sekitar 7 menitan ini juga memiliki bagian solo gitar yang banyak dibandingkan dengan vokalnya, menciptakan nuansa yang muram.

James Hetfield baru masuk dalam lagu sekitar menit 1:25. Ia tidak banyak bermain-main dengan jangkauan vokalnya, relatif datar. Yang berperan dalam membuat lagu ini sehingga asyik dinikmati adalah musiknya, baik dari permainan melodi dan solo gitar, juga dari kontribusi bentotan bas dan gebukan drum. Kiranya lagu ini yang memberikan porsi lebih bagi personel Metallica untuk menunjukkan kebolehannya memainkan instrumen musik. Dan berhasil!

Lagu ini memang sedih dan terinspirasi dari sebuah catatan yang ditinggalkan seseorang yang melakukan bunuh diri. Dalam bait pertama dan kedua disebutkan jika seseorang itu merasa hidupnya nampaknya akan berakhir. Ia merasa kehilangan dirinya dan tidak ada yang mampu membuatnya bersemangat menjalani hidup-hidupnya lagi. ia sudah tak ada keinginan untuk hidup. Yang diinginkannya hanyalah membebaskan dirinya. Ia beranggapan hidup malah membebaninya.

Things not what they used to be
Missing one inside of me
Deathly loss, this can’t be real
Cannot stand this hell I feel

Emptiness is filling me
To the point of agony
Growing darkness, taking dawn
I was me but now he’s gone

Bait berikutnya menyebutkan bahwa ada sesuatu yang membuatnya enggan menjalani hidup. Ia kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupnya, sehingga ia merasa hampa dan seperti dalam sebuah neraka. Ia sangat hampa dan kegelapan seolah menyelingkupinya. Ia merasa dirinya yang dulu telah hilang.

No one but me can save myself, but its too late
Now I can’t think, think why I should even try

Yesterday seems as though it never existed
Death greets me warm, now I will just say goodbye

Goodbye…

Lagu ditutup dengan rasa putus asa yang sangat. Sebenarnya hanya ia yang mampu menyelamatkan dirinya tapi terlambat. Untuk memikirkan hal tersebut saja ia merasa tak sanggup. Ia merasa kehidupannya yang dulu tak pernah eksis. Ia hanya ingin meninggalkan dunia dan kematian seolah-olah menyambutnya dengan hangat. Pahit.

Fade to Black memang merupakan lagu yang sedih, tapi Lars Ulrich, si penggebuk drum, dan James Hetfield si vokalis, tidak ingin lagu ini membuat orang terinspirasi untuk berbuat hal yang buruk. Saat membuat lagu ini memang mereka sedang merasa suasana hatinya buruk. Mereka senang ketika mendapat surat dari penggemarnya bahwa lagu ini malah membuat mereka lebih baik ketika kehilangan seseorang atau sesuatu. Mungkin karena aku merasa kehilangan kucingku, si Mungil, aku juga jadinya ingin mendengar lagu ini, hanya ingin bersedih dan menyesapi rasa kehilangan sejenak.

Lagu Fade to Black masuk dalam album kedua Metallica, Ride The Lightning yang dirilis pada tahun 1984. Album ini lumayan berhasil dan menempatkan tiga single, Fade to Black, Creeping Death, dan For Whom the Bell Tolls sebagai lagu-lagu yang banyak dikenal penggemar. Menurutku lagu ini memiliki tema yang mirip dengan One dan Welcome Home (Sanitarium). Nuansanya sama-sama kelam dan sepertinya perasaan sedih yang teramat sangat dialami oleh mereka yang telah mengalami peperangan.

Album ini digarap ketika Cliff Burton masih bergabung sebagai personel Metallica sebagai pembetot bas. Ia meninggal pada tahun 1986 karena kecelakaan bus pada saat Metallica tur. Ia merupakan salah satu basis yang memiliki teknik bermain yang unik. Ia  dinobatkan  sebagai salah satu basis terbaik  dalam Festival Rock and Roll Hall of Fame 2009. Setelah itu, Jason Newsted bergabung dengan Metallica dan keluar tahun 2001. Kedua basis ini memberikan warna yang berbeda dalam lagu-lagu Metallica.

Gambar dari: youtube dan genius

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 9, 2018.

5 Tanggapan to “Fade to Black”

  1. Pecinta musik genre rock mbak??

  2. Hmmm, sangat melodis. Style rock 80-90an nya padat dan merdu banget. Saya selama ini tau nya Nothing Else Matter, eh ternyata ada lagu yang ga kalah greget nya. Btw TFS yakk mbak. 😄

    • Nothing Else Matter juga bagus. Lagu-lagu dalam album Black bagus. Kalau yang sebelum album Black juga banyak ada One, Seek & Destroy, Fade to Black, Justice 4 All, dan Master of Puppets.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: