Nasihat Sang Guru

Apa pendapat Guru tentang kesendirian dan cinta? Kenapa cinta sulit kuraih? Dan, bagaimana pendapat Guru tentang rutinitas? Guru tersebut menjawab satu-persatu pertanyaan tersebut dengan bijak.

Semalam aku membaca sebuah buku karya Paulo Coelho berjudul Manuskrip yang Ditemukan di Accra. Aku baru menyelesaikan sepertiganya karena kantuk menyerang lebih cepat.

Buku ini relatif lebih mudah kupahami dibandingkan beberapa buku Paulo lainnya. Ada berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan. Semuanya dijawab dengan bahasa yang relatif sederhana.

Bagaimana dengan makna kesendirian, Guru?
Kesendirian bagi Guru adalah sebuah momen yang patut dihargai. “Tanpa pernah merasakan kesendirian, bagaimana Kau mengenal Dirimu?” Jika tak mengenal dirimu sendiri maka Kau akan takut dengan kekosongan.

Padahal, kekosongan itu tak ada. Yang ada adalah semesta yang luas di dalam jiwamu.

Saat menyesapi kesendirian maka Kamu juga akan lebih mengenal cinta dan lebih menghargainya. Cinta juga bukan hanya cinta ke lawan jenis, makna cinta jauh lebih luas dari itu.

Guru, bagaimana jika aku takut melangkah dari zona nyamanku? Aku takut mengambil risiko dan takut gagal.

Di sini lebih nyaman dan aman. Aku juga takut melepas kehidupanku yang sekarang untuk melangkah lebih jauh. Tapi ketika aku kemudian menua, aku menutupinya dengan kata-kata, “Aku tak pernah punya kesempatan dan aku tak berguna”.

Guru menjawab dengan bijak. Siapapun bisa merasa tak berguna. Namun sejatinya, tidak ada kehidupan yang tak berguna. Semua hadir dengan sebab.

Janganlah berfokus dengan harapan agar Dirimu berguna. Lakukan yang Dirimu ingin raih, berfokuslah dan jangan sibuk mengritik orang lain. Mungkin tidak ada yang memerhatikanmu, memuji tindakanmu, tapi Tuhan melihatmu. Ia akan senang melihatmu berusaha keras untuk dirimu sendiri dan sekelilingmu. Ia akan memberikan lebih banyak berkat kepadamu setiap hari.

Melangkahlah dan jangan terlalu cemas. Kemarin ada yang menjaga kita. Esok hari juga sama, ketika Kamu telah menempuh jalan yang Kau cita-citakan, Kau akan terkejut karena perjalanannya lebih mudah dari yang Kamu risaukan selama ini.

Ketika sang maut tiba, mereka yang mau berubah akan berkata bahwa kehidupannya sangat menarik. Aku tak menyia-nyiakan berkah yang kuterima.

Tapi mereka yang terjebak rutinitas dan berpura-pura menikmatinya si tamu tak diundang berkata. Nikmati saja rutinitasmu, itu akan membunuhmu jauh lebih cepat.

gambar dari pixabay dan iJakarta

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 8, 2018.

2 Tanggapan to “Nasihat Sang Guru”

  1. Kadang perlu sendiri untuk.menyadari siapa diri kita yah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: