Hari Minggu di Perpusnas dan Sebuah Piagam

Minggu pagi kemarin aku bangun dengan malas. Ingin rasanya untuk kembali meringkuk di balik selimut yang hangat. Hari itu hari terakhir me-recharge energi sebelum besok kembali bekerja. Tapi aku ingat hari itu aku harus bertemu kawan-kawan dari komunitas film Kompasiana alias KOMiK. Kami bersama Disneysia mengadakan nobar di Perpusnas di bilangan jalan Merdeka. Tidak sia-sia ikutan nobar, aku juga dapat oleh-oleh piagam berpigura dari acara ini.

Singkat kata, kemarin pukul delapan lewat aku sudah naik di atas ojek mengarungi jalanan Jakarta. Yup aku turun dari ojek lantas naik tangga untuk menyeberang menuju stasiun kereta. Lumayan kereta tidak terlalu penuh bahkan aku dapat tempat duduk. Akhir-akhir ini sinyal di sekitar kompleks edge melulu, di dalam kereta malah sinyal lancar. Aku pun jadi sibuk membalas komentar di blog dan nimbrung di percakapan. Setiba di stasiun Gondangdia aku lagi-lagi naik ojek. Tepat pukul 10.00 aku sudah naik lift menuju lantai delapan di mini theatre Perpustakaan Nasional.

Film yang diputar adalah Lady and The Tramp. Sebuah film kartun lawas yang dirilis tahun 1955. Kisahnya lumayan menarik, ulasannya di sini. Ternyata mini theatre di Perpusnas enak jadi tempat nonton, bisa untuk nampung hingga sekitar 30 orang.

Oh ya waktu pulang aku mendapat piagam berpigura. Piagam itu merupakan apresiasi aku menjadi admin komunitas film di Kompasiana pada periode 2017. Dulu kami bertugas bertiga dengan Dina Mardiana dan Pak Agung Han, kemudian Yogi bergabung karena Dina mulai disibukkan dengan beragam diklat. Tahun ini aku juga menjadi salah satu admin. Oleh karena aku juga mulai sibuk maka ada tambahan admin yakni Valka alias Noval. Entah apakah tahun depan masoh bisa aktif di komunitas film ini, tapi intinya aku menikmatinya.

Sudah lama aku ingin ke Perpusnas jadinya kesempatan ini tak kusia-siakan untuk ekplorasi. Sayangnya aku lupa membawa KTP jadinya tidak bisa sekalian daftar sebagai anggota.

Ada Apa Saja di Perpusnas?
Perpustakaan Nasional RI terletak di Jalan Medan Merdeka. Lokasinya tak jauh dari Monas dan Stasiun Gambir. Kalian bisa turun stasiun Gondangdia lanjut naik ojek atau berjalan kaki, atau naik bus Trans Jakarta.

Gedungnya terbagi dua, ada gedung selamat datang dan gedung utama yang terdiri dari 22 lantai. Di gedung pertama sedang ada pameran koleksi naskah kuno. Ehem melihat koleksi naskah ini membuatku teringat masa SMA dan kuliah. Dulu aku ingin sekali terlibat sebagai tim penyelamat naskah kuno. Aku penasaran apa yang ditulis di naskah tersebut.

Di naskah yang pernah kutemui di Museum Lombok dan Palembang, naskah bukan hanya mencatat hal-hal resmi, ada juga naskah tentang mantra, surat,dan obat-obatan. Di Perpusnas ini aku menjumpai berbagai bentuk naskah yang berlainan. Ada yang dari daun lontar, kulit pohon, bambu, ada yang seperti kipas, digulung, dan dilipat. Tulisannya juga tidak melulu menggunakan aksara Jawa, ada juga aksara Arab, aksara China, dan aksara tradisional lainnya. Ada pula yang bergambar dengan ilustrasi menawan. Wow.

Jika di gedung pertama mengetengahkan tentang sejarah naskah, maka di gedung utama sedang ada peringatan hari musik yang jatuh 9 Maret lalu. Juga diadakan penyambutan hari film yang berlangsung 30 Maret mendatang.

Wah bagian lobinya keren. Ada tumpukan buku di rak yang tinggi bak perpustakaan milik Beast di Beauty and The Beast. Koleksi buku tentang perfilman juga ingij kubaca.

Di sini ada 22 lantai yang terdiri atas kantin, kafe, mushola, ruang koleksi buku, koleksi monograf, audiovisual, layanan peta,koleksi arsip nusantara, mini theatre,ruang diskusi, juga tempat promosi budaya. Aku ingin menjelajahinya satu persatu pada kemudian hari.

Di Perpusnas juga bisa lho pinjam VCD dan DVD. Koleksinya pasti bikin pecinta film Indonesia kepingin. Lain kali ya kuulas,aku harus bersih-bersih rumah dan siap berangkat hehehe.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 12, 2018.

4 Tanggapan to “Hari Minggu di Perpusnas dan Sebuah Piagam”

  1. beberapa masih belum bisa diakses. Semoga semua rampung sehabis pindahan yeee perpusnas nya :’)

  2. Bangga deh Indonesia akhirnya punya kebanggaan seperti Perpusnas. Tapi menjelajah Perpusnas gak cukup sehari ya mbak terlebih lantainya ada 22 wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: