Waktunya Indonesia Peduli Musik Etnik

Rasanya ada yang kurang tidak menulis tentang musik Indonesia padahal bulan Maret adalah bulannya musik nasional. Musik Indonesia begitu kaya. Sebaiknya masyarakat Indonesia berbangga karena Indonesia begitu potensial akan musik dalam negeri sendiri, baik yang merupakan hasil cipta suku bangsa di nusantara, maupun yang merupakan hasil akulturasi.

Dulu waktu tinggal di Surabaya ada hari-hari merayakan musik. Dulu ada pekan berjudul Surabaya Full Music. Pada perayaan musik tersebut ada berbagai pertunjukan musik etnik dan musik jalanan. PSM ITS waktu itu juga pernah diundang memeriahkan acara dengan membawakan lagu ikon Surabaya, “Rek Ayo Rek”. Waktu masih jadi kuli tinta aku juga pernah meliput sepekan penuh acara spesial itu. Rasanya sungguh menyenangkan. Ada banyak musik etnik yang relatif belum dikenal tapi sungguh indah. Aku terpukau mendengarnya.

Seingatku pekan Surabaya full music tersebut diadakan sendiri di kota tersebut terlepas dari bulan musik nasional. Menariknya peringatan di tingkat kota tersebut dilakukan berbagai sudut kota sehingga kesemarakannya terasa.

Tehtang musik etnik,aku pernah menuliskan tentang musik etnik Indonesia yang berpotensi besar di laman Kompasiana. Aku menuliskannya karena merasa was-was dengan keeksisan lagu-lagu daerah dan instrumen tradisional.

Indonesia begitu kaya akan musik etnik. Tiap suku rata-rata punya lagu daerah dan instrumen musik yang unik. Saat ini yang dikenal masih belum banyak, baru ada angklung, suling, gamelan, dan kolintang. Kemudian sejak ada even Indonesia Mencari Bakat, instrumen tradisional asal Nusa Tenggara, Sasando, pun dikenal luas.

Secara umum instrumen musik tradisional terdiri atas musik gesek, musik petik, musik yang ditabuh, dan musik tiup. Jenis instrumen musik di Indonesia ada lebih dari puluhan. Untuk jenis musik gesek saja ada Heo, alat musik gesek asal NTT yang terbuat dari bambu. Juga ada keso-keso dari Sulawesi Selatan, tehyan dan sukong dari Jakarta dan Tangerang, arababu dari Maluku, rebab dari Jawa Barat dan masih banyak lagi. Musik ini meskipun sama-sama digesek memiliki keunikan tersendiri dari bunyinya dan teknik bermainnya.

Itu baru satu jenis alat musik, masih banyak jenis lainnya, termasuk menggunakan alat musik yang tak umum seperti kerang. Jika pada musik orkestra rata-rata menggunakan biola, piano, celo, triangle, flute dan sebagainya, bagaimana jika suatu saat ada pertunjukan orkestra dengan menggunakan elemen musik tradisional nusantara. Saat ini memang sudah ada seperti pertunjukan Krakatau, tapi belum banyak diselenggarakan dan rata-rata menggunakan instrumen musik tradisional yang umum. Bagaimana jika sekalian mengenalkan instrumen musik dan lagu daerah yang belum banyak dikenal?

Gambar dari pixabay dan rebanas

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 24, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: