Nonton di Bioskop Bikin Makin Eksis di Medsos

Sepuluh tahun silam ketika lapak video bajakan menjamur ada banyak kekuatiran. Wah sebentar lagi era bioskop bakal tamat nih. Bioskop akan kembali gelar tikar seperti pernah terjadi pada akhir tahun 90-an di Malang. Tapi ternyata tidak terbukti. Bioskop di Jabodetabek semakin bertumbuhan. Ini membuktikan nonton di bioskop masih jadi gaya hidup yang belum memudar. Kok bisa ya?

Dulu di kota kelahiranku, Malang, ada banyak bioskop lokal. Seingatku setelah film Indonesia mati suri dan film impor agak susah, bioskop lokal itu perlahan-lahan pun mati. Tinggal pemain kuat yang tersisa. Awalnya aku mengiranya mereka yang bertahan juga akan semakin sesak nafas dengan kondisi krisis moneter, kemudian era pembajakan yang makin menggila. Rupanya tidak.

Seiring dengan kebangkitan film Indonesia dan kemudian adanya jaringan bioskop alternatif seperti Blitz (sekarang CGV) maka tren menonton film di bioskop kembali semarak. Saat ini juga ada jaringan Cinemaxx dan jaringan bioskop lokal sehingga pilihan menonton semakin bertambah.

Aku sendiri awalnya hanya tergerak ke bioskop jika filmnya benar-benar bikin penasaran atau yang unik. Aku suka menonton film-film festival seperti INAFF dan JIFFEST karena genre beda dan ending-nya kadang sulit diprediksi. Kemudian karena tuntutan jadi kontributor CinemaniaID aku pun makin sering menonton film Indonesia. Dalam sebulan rata-rata aku menonton film Indonesia 2-3 kali. Setelah dari CinemaniaID, aku bergabung dengan KOMiK. Nah ini bikin makin nyandu lagi, hampir tiap minggu aku menonton dan kadang nonton maraton. Seringkali sendirian selepas jam pulang kantor.

Dari aktivitas berkeliling dari satu bioskop ke bioskop lainnya aku melihat fenomena yang menarik. Tren makin semaraknya nonton di bioskop itu turut didukung oleh media sosial. Banyak yang unggah potongan tiket atau foto bareng dengan poster di medsos. Ada juga yang rajin ikut nobar gratis komunitas ini dan itu kemudian diunggah di twitter atau instagramnya. Yup budaya nonton turut mendongkrak keeksisan seseorang di dunia maya. Kan seru bisa ikut nobar atau gala premier kemudian bertemu aktor dan aktris beken. Bisa nambah follower atau like.

Dengan rajin update tentang film baru juga bikin obrolan dengan teman-teman bakal nyambung. Obrolan film juga bisa bikin naik ‘kelas’. Orang-orang akan memandangmu keren ketika Dirimu paham film-film ‘nyeni’ seperti Marlina: Si Pembunuh dalam Empat Babak atau Sekala Niskala. Atau mereka akan menganggapmu anak gaul ketika sudah nonton Dilan 1990 dan Danur 2.

Seolah-olah paham jika sekarang netizen gemar bercerita di ranah medsos, maka sebuah jaringan bioskop membuat tempatnya jadi instagrammable. Dulu yang dilarang foto sama poster pun di tempat tersebut diperbolehkan. Yang dilarang hanya memotret atau merekam adegan film. Tempat duduk juga diperbanyak dan jenis makanan di bioskop semakin beragam juga unyu untuk dibagikan ke medsos.

Ada yang menyebutnya tren ‘kembali ke bioskop’ ini sebagai cultureplex. Bioskop bukan hanya tempat untuk nonton, tapi juga bisa nongkrong dan melakukan aktivitas lainnya selain menikmati audio visual saat nonton film. Misalnya nonton konser di dalam bioskop. Wuih aku pernah mengalaminya dan memang konsepnya kece.

Eh ini ngomong ngalor ngidul dan spontan. Aku jadi lupa apa yang tadi mau kusampaikan hahaha.

Menurutku nonton di bioskop yang masih eksis ini merupakan hal yang positif. Hingga saat ini penonton film Indonesia sudah lebih dari 12 juta penonton dan hal tersebut merupakan angin segar bagi industri film nasional.

Duabelas juta penonton jika dikalikan Rp25ribu sudah Rp300M. Wow. Ya siapa tahu dengan suntikan bonus seperti ini pembuat film nasional bakal makin semangat meningkatkan kualitas filmnya.

Oh iya lantas bagaimana dengan daerah yang belum punya bioskop? Apakah ada investor yang mau bikin bioskop alternatif seperti miniteater di perpusnas ya? Atau layar tancap dan bioskop keliling?

Baru ingat tadi tujuannnya bikin artikel ini mau mengucapkan selamat hari film nasional. Semoga perfilman nasional makin maju dan menghasilkan karya berkualitas serta menginspirasi.

Habis nobar foto dulu hehehe (foto babeh helmi)

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 3, 2018.

4 Tanggapan to “Nonton di Bioskop Bikin Makin Eksis di Medsos”

  1. Ahaha bener banget sih ini kaakk
    Zaman zaman alay dulu, belum afdol kalau nonton di bioskop tiketnya belum di foto hahaha
    Tapi kalo aku nonton di bioskop emng karena cari sensasi dr filmnya sihhh, rasanya beda aja. Soundnya, gambarnya, temen yg nemenin nonton *ea haha

  2. Kalau pas film nya sedih ,,, jadi ikutan nangis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: