Terkadang Kamu Hanya Perlu Tersenyum

Awan gelap menghantuiku sejak sore hari. Aku ingin mengusirnya jauh-jauh. Tapi awan hitam itu terus mengelilingiku, seolah-olah ingin aku mengeluarkan petir atau hujan.

Aku masih mencoba mengusirnya. Tapi berhasil. Yang terjadi aku jadi berkelakuan buruk. Betapa menyebalkan diriku. Aku tahu diriku menyebalkan sisa malam ini, tapi aku biarkan saja.

Aku kesal. Tapi aku tak tahu harus kesal ke siapa. Aku hanya tak suka keadaan. Atau mungkin aku lelah. Sudah beberapa hari ini aku kurang tidur. Dan pekerjaan tak kunjung selesai. Padahal akhir pekan aku sudah punya agenda acara.

Ah sudahlah. Tetap bete tak akan menyelesaikan masalah. Kupikir aku akan menangis, tapi ternyata tidak. Aku hanya perlu menghembuskan nafas dan kemudian tersenyum.

Aku kembali melakukan kebiasaanku. Berbicara dengan orang asing. Dengan pengendara ojek daring yang mengantarku. Aku kembali ceria. Tapi sampai di rumah, mendung kembali menggelanyut. Ah aku perlu tersenyum sambil mendengarkan lagu Ugly Kid Joe, Goddamn Devil, dan lagu Nirvana, Paper Cuts.

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 20, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: