Kartini dan Perempuan Masa Kini

Hari Kartini enaknya membahas tentang perempuan. Seperti apa sih kondisi perempuan di Indonesia saat ini? Apakah sudah sesuai dengan harapan Kartini atau malah masih jalan di tempat?Seandainya R.A. Kartini hidup pada masa sekarang tentu ia akan tersenyum lebar. Ia akan bisa melanjutkan pendidikan hingga tingkat doktor, atau jika belum puas maka ia bisa mengikuti kursus online ini dan itu, menghadiri konferensi internasional dan terlibat dalam penelitian ini itu. Ia juga akan aktif menulis di berbagai kanal media, baik di media konvensional seperti koran dan majalah, atau di blog, menulis status di facebook dan kanal media sosial lainnya. Jika ingin membaca buku ia juga akan tinggal mengunduh aplikasi perpustakaan. Ya, dari segi intelektualitas dan sarana pendidikan maka Kartini akan diuntungkan pada era saat ini.

Aku juga diuntungkan pada era digital ini. Dulu mencari buku agak susah, harus membeli atau mencarinya di perpustakaan. Tapi sekarang ada banyak buku gratis dan jikapun membeli maka bisa membelinya di toko buku daring, tidak harus datang ke toko buku dimana belum pasti buku tersebut tersedia.

Dari segi mencari referensi dan menambah pengetahuan maka era saat ini sungguh memudahkan. Namun, dari segi sosial rupanya masih saja ada stigma negatif terhadap perempuan yang masih eksis. Anehnya terkadang stigma negatif itu juga diluncurkan dari kaum hawa sendiri.

Ada saja yang masih sibuk membanding-bandingkan antara perempuan bekerja dan yang bertindak sebagai ibu rumah tangga. Padahal dua-duanya adalah hal yang baik dan sulit dibandingkan jika tidak tahu kondisi dari yang dibandingkan tersebut. Ada yang menganggap perempuan bekerja sebagai perempuan yang egois, hanya mementingkan karir. Sebaliknya, ada juga yang menganggap ibu rumah tangga adalah perempuan yang enggan menggunakan ilmunya untuk berkontribusi ke lingkungannya. Antara dua kubu ada pro dan kontra dan kemudian terjadilah perang opini. Fiuuh.

Menurutku tidak ada salahnya perempuan memilih sebagai ibu rumah tangga atau perempuan karir. Dua-duanya bagus, asalkan tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. Banyak juga ibu rumah tangga yang membuka usaha di rumah, seperti menjahit atau berdagang online. Tidak sedikit juga perempuan karir yang setiap tiba di rumah berganti baju menjadi ibu dan istri, seperti ikut memasak, mengantar jemput anaknya, dan menemani putra-putrinya belajar. Setiap perempuan berhak memilih yang terbaik bagi dirinya dan keluarganya, sehingga sangat menyedihkan jika tiap tahun yang dibahas adalah dua kondisi tersebut.

Selain tentang pilihan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, perempuan di Indonesia sering disudutkan dengan berbagai pertanyaan. Kalian pasti bosan jika ditanya kawan, tetangga, atau sanak saudara, apa sudah punya pacar, kapan menikah, kapan punya anak, kapan lulus, dan sebagainya? Ah pertanyaan itu sungguh melelahkan dan bikin kesal. Jika menunggu pria yang benar-benar baik, dianggap jual mahal dan terlalu pilih-pilih. Apabila teman-teman lainnya sudah menikah, dan kita memilih menunggu seseorang yang benar-benar berkualitas, eh dibilang perawan tua hahaha. Ketika akhirnya terpaksa menikah dan ternyata tidak ada kecocokan, maka pihak perempuan yang lagi-lagi disudutkan. Ketika sebuah keluarga bercerai, pihak perempuan dianggap kurang baik dan kurang bijak. Apa-apa yang tidak seharusnya, perempuan deh yang dipersalahkan. Entahlah, budaya patrilinealisme di berbagai daerah di Indonesia masih sangat kuat. Seolah-olah pria tanpa salah dan perempuan kambing hitamnya.

Stigma negatif terhadap perempuan di Indonesia masih terjadi di kehidupan sosial di berbagai tempat, pelakunya bisa saja tetangganya, sanak saudara atau orang-orang yang tak dikenal. Di lingkungan kerja pun juga masih sering terjadi diskriminasi terhadap perempuan, dari segi gaji atau sikap merendahkan akan kemampuan perempuan . Hemmm semoga ke depan makin banyak perempuan cerdas dan perempuan yang berani menentukan pilihan tanpa takut diperundung oleh lingkungan.

Selamat hari Kartini:)

Gambar dari pixabay

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 21, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: