Tentang Story Telling: Sebuah Pengantar

Aku menguap lebar. Akhir-akhir ini jadwal tidurku berantakan. Ketika yang lain terlelap aku malah terjaga. Kemarin, setelah tidur ayam, aku lanjut dengan mengerjakan sesuatu hingga adzan Subuh berkumandang. Jika aku terus-terusan kurang tidur maka yang terjadi aku bisa kehilangan tubuh fitku. Yup, itu pengantar yang bisa kugunakan jika akan menulis sebuah artikel kesehatan atau sebuah artikel tentang betapa berharganya waktu tidur. Berceritalah atau gunakan story telling untuk memberi bumbu pada tulisanmu.

Tentang story telling aku mendapatkan ilmu dari beberapa pengajar. Masing-masing memberikan tips yang bermanfaat bagaimana mengolah sebuah artikel agar menjadi tulisan yang bernas juga enak untuk dibaca. Mengapa sih beberapa jenis tulisan perlu menambahkan story telling? Karena setiap orang rata-rata suka dengan cerita.

Guru bahasa Indonesiaku waktu SMA yang mengajarkan tentang teknik menulis yang disebut deskriptif. Seingatku ada berbagai teknik menulis, eksploratif, naratif, deskriptif, argumentatif dan sebagainya. Deskriptif seperti namanya menunjukkan deskripsi atas sesuatu. Misalnya Kalian ingin memberikan gambaran tentang seekor kucing yang lucu menggemaskan sekaligus nakal maka Kalian bisa bercerita tentang penampilan dari si kucing. Berapa tahun usianya, seperti apakah ekornya, panjang atau pendek, atau Kalian bisa membahas tentang matanya yang memiliki kilatan mata jahil. Mungkin si kucing itu gemuk lucu atau malah tubuhnya padat lincah.

Setelah membahas tentang gambaran fisik kucing tersebut maka Kalian bisa bercerita aktivitasnya yang bikin Kalian merasa gemas dan kesal. Rumah seketika bak kapal pecah jika kucing itu menyusup dan kemudian bersukaria. Menjatuhkan barang atau bermain dengan kardus bagi si kucing remaja itu bak sebuah pesta.

Aku paling suka dengan gaya menulis deksriptif. Contoh penulis yang mahir dalam teknik ini adalah Laura Ingals Wilder dengan buku-bukunya yang beken, serial Little House in The Prairie. Ia membahas kue-kue yang akan dihidangkan oleh Ibunya saat acara khusus. Ia bercerita bagaimana mereka membuat biskuit renyah dengan bahan seadanya untuk masa itu. Kemudian mereka memasak burung menjadi pastel tutup yang lezat. Laura juga bercerita bagaimana penampakan rumah mungil yang dibuatkan suaminya, Almanzo. Ia tak hanya berkata rumahnya mungil. Ia bercerita rumahnya hanya punya satu kamar, sebuah meja di ruangan lainnya yang juga difungsikan sebagai tempat makan dan sebagainya.

Alih-alih memberikan kata sifat, misal gedungnya luas dan megah, saat ini banyak trainer menulis yang menyarankan untuk pelit dalam memberikan kata sifat. Ini disebut teknik show don’t tell. Daripada menyebut gedungnya luas maka tunjukkan ke pembaca berapa banyak manusia yang bisa ditampung oleh gedung tersebut. Berapa banyak kantor yang menyewa ruangan di gedung tersebut. Seperti apakah pilar-pilar salam gedung tersebut dan sebagainya. Jadinya biarkan pembaca yang menyimpulkan bahwa gedung itu luas dan megah.

Di atas ada gambar dua minuman. Kalian bisa mulai berpraktik. Cobalah untuk membuat gambaran tentang minuman tersebut dengan menghindari kata nikmat, segar, dan enak. Contohnya begini. Rootbeer sejak kecil kusukai karena memberikan sensasi khusus pada indera pengecapku. Perpaduan yang asam manis dengan aroma yang khas.

Yup artikel ini baru sebuah pengantar. Beberapa hari ke depan atau mungkin kuselang-seling akan kubahas lebih dalam tentang teknik ini dan bagaimana Kalian bisa mulai mempraktikannya.

Oh ya karena besok sudah mulai bulan Ramadhan, saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Kawan-kawan. Semoga ibadah puasa berlangsung lancar dan amal ibadahnya diterima.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 16, 2018.

5 Tanggapan to “Tentang Story Telling: Sebuah Pengantar”

  1. Artikel yg bermanfaat menambah wawasanku yang sedang belajar menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: