Pesona Ramadhan 2018 di Kota Udang

Sinar matahari begitu terik meskipun jarum jam belum menunjukkan pukul 12 siang hari. Aku langsung tergerak untuk mengikat rambutku dan memakai topi untuk melindungi dari sengatan sang surya. Aku siap menjelajah Cirebon, si kota Udang.

Menjelajah kawasan wisata pada bulan Ramadhan adalah tantangan tersendiri. Kalau wilayahnya sejuk seperti di Batu sih tidak bakalan mengeluh. Tapi Cirebon masuk kawasan Pantura, yang hawanya lebih hangat daripada tempat-tempat lainnya, sehingga persiapan itu perlu. Untunglah aku sudah siap dengan topi, payung, dan sunblock.

Ada dua destinasi utama kami selama menjelajah Cirebon. Pertama adalah masjid dan kedua adalah keraton serta hal-hal yang terkait dengan budaya keraton. Eh sebenarnya ada lagi tujuan pamungkasnya yaitu buka bersama dengan menu khas Cirebon.

Yuk ke tujuan pertama, yakni ke Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Dua masjid ini merupakan bangunan ikonik Cirebon. Di sini sering diadakan aktivitas-aktivitas meramaikan bulan Ramadhan.

Kedua masjid ini punya ciri khas masing-masing dan tahun pendiriannya pun berbeda. Alhasil tiap masjid ini punya cerita tersendiri. Masjid Raya At-Taqwa sudah pernah kukunjungi dua kali. Perasaan kagum melihat bangunan yang megah, rapi, dan indah ini masih tetap sama seperti ketika melihatnya kali pertama. Kompleks masjid dengan ciri khas Jawa dan Timur Tengah dengan empat menara yang mengelilingi bangunan utama ini sayang dilewatkan jika sedang mengunjungi kota Cirebon ini.

Kesan adem seketika meresap ketika memasuki kompleks Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid tertua Cirebon ini memiliki perpaduan arsitektur khas Demak, Cirebon, dan Majapahit. Alhasil bangunannya terasa khas. Masjid ini dibangun pada tahun 1480. Nuansa religi yang kental begitu terasa di masjid ini, sehingga begitu pas jika masjid ini menyandang nama Sang Cipta Rasa yang berarti mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Gerbang dengan bata merah dan berhiaskan kaligrafi pada kompleks Masjid Sang Cipta Rasa

Setelah usai menjelajah masjid, maka langkah berikutnya adalah menuju keraton Cirebon. Ada tiga keraton Cirebon, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan. Sayang waktu itu kami tidak sempat ke Keraton Kacirebonan. Aku pernah mengunjunginya sebelumnya dan bangunan ini paling kecil jika dibandingkan dua keraton yang lebih tua.

Keraton Cirebon itu menarik karena Cirebon memiliki keterkaitan dengan kerajaan Pajajaran dengan rajanya yang terkenal bernama Raja Siliwangi. Raja-raja Cirebon adalah keturunan Raja Siliwangi. Tak heran jika di di kompleks ini terdapat ikon macan putih, simbol Raja Siliwangi dan lukisan raja tersebut.

Keraton Kasepuhan ini begitu luas, sekitar 25 ha sehingga rasanya waktu selama dua jam tak cukup untuk mengitarinya dan mengetahui sejarahnya. Di sini juga terdapat Museum Pusaka Keraton Kasepuhan dengan koleksi-koleksinya yang berharga dan bernilai sejarah tinggi.

Keraton Kasepuhan yang telah berumur ratusan tahun

Bangunan keraton ini menarik karena memiliki berbagai unsur sejarah dan budaya. Di sini terdapat banyak hiasan porselen Tiongkok yang menunjukkan hubungan persahabatan Cirebon dan Tiongkok pada masa lalu. Beberapa hiasan dinding di antaranya mengisahkan perjanjian lama. Di tempat lainnya ada unsur lingga yoni khas budaya Hindu. Sementara keraton Kasepuhan ini merupakan keraton yang bercorak Islam karena raja-rajanya menganut agama Islam.

Perjalanan masih berlanjut. Kami menuju keraton berikutnya yang tak jauh dari Pasar Kanoman, yaitu Keraton Kanoman.  Sayangnya keberadaan pasar ini seolah-olah malah membuat pesona keraton ini tertutupi.

Singgasana Kanoman yang khas

Keraton Kanoman memiliki hal yang menarik dari segi keberadaan sumur keramat dan singgasananya yang unik berkat karang warna-warni. Rupanya ada makna khusus dari pemilihan warna-warna tersebut. Putih untuk nilai spiritual dan hijau untuk kemakmuran

Tak terasa waktu berjalan cepat. Acara ini kemudian diakhiri dengan ngabuburit di Gua Sunyaragi. Taman Sari Gua Sunyaragi ini merupakan kompleks gua buatan yang digunakan oleh keluarga keraton untuk bersemedi, mendekatkan diri kepada Tuhan. Kompleks ini luas dan terdiri dari pesanggrahan untuk beristirahat dan juga gunung-gunungan untuk sarana mencari ketenangan, seperti namanya sunya berarti sepi dan ragi artinya raga atau badan. Tempatnya sejuk dan saya merasa jadi tenang selama di sini.

Gua Sunyaragi yang tenang

Jarum jam sudah menunjukkan pukul lima kurang. Waktunya bersiap-siap menunggu saat berbuka puasa. Wah jadi penasaran menu apa yang bakal kami cicipi.

Rupanya menunya adalah khas Cirebon banget. Dimulai dengan tahu gejrot yang asam, manis, dan gurih, kemudian disusul dengan sate kambing muda dan empal gentong. Nyamleng. Sate kambing mudanya empuk dan terasa manis di lidah. Sedangkan empalnya begitu gurih dan langsung memberikan energi. Sedap!

Tahu Gejrot khas Cirebon yang pedas

Tips Berwisata Saat Ramadhan
Bulan Ramadhan kali ini jatuh pada musim kemarau yang gerah dan terik sehingga dikuatirkan terjadi dehidrasi jika berwisata Agar tubuh tetap fit selama berwisata pada saat Ramadhan maka perlu melakukan berbagai persiapan. Persiapan tersebut di antaranya menjaga kesehatan sebelum acara, menggunakan topi, kacamata, baju yang nyaman sehingga mengurangi panas, serta sahur yang cukup dengan nutrisi dan konsumsi air.

Waktu yang asyik untuk berwisata saat bulan Ramadhan adalah selepas Ashar sekitar pukul 15.30 karena matahari sudah mulai turun dan hawa mulai sejuk. Namun jika ingin menikmati lebih banyak maka juga bisa dari pagi namun diselingi istirahat yang cukup.

Selamat berjalan-jalan selama Ramadhan menikmati pesona Ramadhan 2018!

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 31, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: