Lukisan Indah Basoeki Abdullah

Aku tak tahu mulai kapan aku menyukai lukisan. Mungkin karena di rumahku ada beberapa lukisan koleksi ayahku sehingga aku mudah tersentuh oleh sebuah lukisan. Sayangnya aku tak pandai sama sekali melukis. Kakak pertamaku yang dikaruniai bakat seni. Sekarang anak-anaknya mewarisinya. Omong-omong tentang lukisan, saat ini lagi ada pemeran koleksi istana kepresidenan di Galeri Nasional. Di antaranya perupanya ada nama Basoeki Abdullah, salah satu pelukis ternama Indonesia.

Pelukis Basoeki Abdullah tergolong pelukis kenamaan Indonesia. Ia sering menampilkan lukisan potret figur-figur terkenal. Karya-karyanya sudah dipamerkan ke berbagai negara, seperti Malaysia, Thailand, Jepang, Belanda, Inggris, dan Portugal. Ia juga sering dimintai untuk melukis di istana kepresidenan pada masa Presiden Soekarno memimpin.

Basoeki Abdullah dilahirkan di Solo, 25 Januari 1915. Ia lahir dari keluarga seniman. Ayahnya dan kakaknya yakni Abdullah Soerjosoebroto dan Sudjono Abdullah merupakan pelukis lanskap terkemuka di Hindia Belanda dan Indonesia. Basoeki sempat belajar melukis dari Schumaker. Karya-karyanya yang dipamerkan di Galeri Nasional adalah Gadis Burma dengan Payung, Gadis Tibet, Dalam Sinar Bulan, Sekar Gunung (Ki Heru Wiryono), dan Perkelahian antara Rahwana dan Jatayu Memperebutkan Sinta.

Dalam lukisan berjudul Gadis Burma dengan Payung ekspresi tenang dan tegas si gadis terlihat. Gambarnya cukup detail dengan warna-warna yang vivid. Sedangkan pada lukisan Dalam Sinar Bulan tokoh yang dilukis sepertinya istrinya. Ia nampak anggun menggendong anjing mungil yang lucu.

Basoeki juga membuktikan ia tak hanya trampil melukis sosok perempuan. Dua lukisannya yang terkenal, Sekar Gunung (Ki Heru Wiryono) dan Perkelahian antara Rahwana dan Jatayu Memperebutkan Sinta menunjukkan ketertarikannya pada kisah-kisah pewayangan.

Perkelahian antara Jatayu dan Rahwana untuk menyelamatkan Dewi Sinta terdapat dalam kitab ketiga dari tujuh kitab yang merangkai Epos Ramayana. Nama kitabnya Aranyakanda. Jatayu merupakan keponakan Garuda yang juga berwujud mirip burung elang. Ia sahabat Dasarata, ayah Rama. Ia sudah tua dan sedang bertapa di hutan yang sama dengan Rama menjalani pengasingannya.

Ia menjadi saksi mata Sinta diculik. Ia kemudian berupaya menyelamatkan Sinta tapi karena usianya sudah tua, ia kalah tenaga. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, ia memberitahu Rama agar mencari Sinta ke Alengka.

Sedangkan lukisan Sekar Gunung menambahkan sosok burung Cendrawasih yang mencengkeram muka Rahwana. Di bagian bawah lukisan nampak siluet sosok yang memegang tombak dan perisai. Sinta digambarkan tak sadarkan diri, namun menggengam erat pita merah putih. Lukisan Sekar Gunung dibuat pada tahun 1961. Lukisan ini kerap dikaitkan dengan penggambaran pembebasan Irian Barat yang ketika itu masih dijajah Belanda.

Kalian bisa menyaksikan lukisan ini di Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan di Galeri Nasional mulai 3-31 Agustus pukul 10.00-20.00. Tiketnya gratis.

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 21, 2018.

4 Tanggapan to “Lukisan Indah Basoeki Abdullah”

  1. Bagus lukisannya saya senang seni lukis penuh kreasi maknanya tersirat sejarah seperti fakta untuk mengungkapkan peristiwa saya jdi tambah wawasan walaupun aku gak bisa melukis indah. Matur suwun JengDewi

  2. Lukisannya cantik2…👌👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: