Nasi Goreng Arang Yogyakarta, Gurih dengan Aroma Khas

Kali pertama mencobai Nasi Goreng Arang ketika melawat ke Yogyakarta. Kawanku yang lahir dan besar di sana memuja-muji nasi goreng tersebut yang katanya gurih, sedap, dan memiliki adoma yang khas karena dimasak di atas arang. Memang promosinya atas Nasi Goreng Arang itu tak salah. Hanya, nasi goreng ini diperuntukan oleh mereka yang sabar.

Ada yang menyebut Nasi Goreng Arang ini khas Yogyakarta, ada juga yang menyebutnya khas Magelang. Namun dengan adanya urbanisasi dan mobilitas, nasi goreng ini sekarang bisa dijumpai di berbagai kota. Di Jakarta pun, tak jauh dari tempat tinggalku juga ada kedai mungil yang menjual nasi goreng dengan metode memasak yang khas ini.

Ketika aku ke Surakarta, aku juga bertemu Nasi Goreng Arang ini. Tempat makan tersebut menyebutnya Nasi Goreng ala Magelang. Magelang dan Yogyakarta berdekatan sih, demikian juga dengan Surakarta, sehingga bisa jadi budaya Naai Goreng Arang atau Nasi Goreng Angloya tak jauh berbeda.

Yang membedakan nasi goreng ini dengan nasi goreng umumnya terutama pada metode memasaknya. Khas banget. Ia bisa menggunakan arang yang diletakkan dalam anglo atau juga bisa menggunakan potongan kayu bakar. Pembakaran dengan kayu atau arang itulah yang memberikan aroma khas pada masakan ini.

Dimasak dengan tungku arang

Awalnya si penjual menggunakan wajan yang tak terlalu besar di atas tungku arang yang umum disebut anglo. Alhasil satu porsi nasi goreng dimasak satu-persatu di dalam wajan tersebut. Benar-benar menguji kesabaran. Uniknya pembelinya selalu banyak. Rupanya mereka sudah terbiasa dengan ujian kesabaran atau pepatah Jawa, Alon-alon asal kelakon sudah meresap dalam keseharian.

Namun karena peminat semakin banyak dan generasi sekarang lebih tak sabar maka wajan dan anglonya lebih besar. Ini membuat mereka bisa membuat 2-3 porsi masakan dalam satu wajan yang ukurannya juga lebih besar daripada sebelumnya.

Seperti nasi goreng Jawa pada umumnya, bumbu pun tak jauh-jauh dari bawang putih, bawang merah dan cabai merah panjang yang dihaluskan. Bumbu halus ini kemudian ditumis hingga aromanya semerbak. Si koki kemudian memasukkan telur.

Ayam sudah dibumbui dan dimasak, tinggal disuwar-suwir untuk isian nasi goreng

Ketika telur setengah matang maka dimasukkan nasi, isian lainnya seperti ati ampela atau suwiran daging ayam dan diaduk merata. Baru kemudian dimasukkan irisan daun bawang, lada, garam, dan bumbu rahasia si koki. Nasi diaduk merata hingga matang. Ada yang menambahkan kecap manis, ada juga yang tidak.

Oleh karena menggunakan arang maka panasnya tak sepanas menggunakan kompor gas. Dulu penjualnya mengipasinya secara manual. Kini mereka mengandalkan kipas angin sehingga lebih praktis dan hemat tenaga.

Ada juga yang tidak memasukkan telur bersama nasi, melainkan telurnya dimasak terpisah. Telur yang sudah matang lalu dirajang dan disajikan di atas nasi goreng bersama irisan mentimun dan tomat merah.

Sekarang ada yang menggunakan beberapa anglo agar pembeli tidak kelamaan menunggu antrian

Rasa Nasi Goreng Jawa Arang atau Nasi Goreng Anglo memang berbeda. Ada aroma khas pembakaran dengan arang. Nasinya lebih kering dan bumbunya lebih meresap karena dimasaknya lebih perlahan-lahan. Menyantap nasi goreng ini dengan segelas teh hangat gula batu atau segelas jahe hangat akan lebih wah.

Oh ya sebelum bisa menikmati Nasi Goreng Arang ini jadwalkan waktu agar bisa menjadi pembeli pertama. Jika tidak demikian maka Kalian harus lebih bersabar karena memasak dengan anglo lebih lama dibandingkan membeli nasi goreng pada umumnya, apalagi jika Kalian pembeli ke sekian. Tapi apalah pengorbanan waktu jika mendapatkan nasi goreng yang sedap, gurih, dengan aroma yang khas. Asal tidak kehabisan setelah lama menunggunya.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 23, 2018.

3 Tanggapan to “Nasi Goreng Arang Yogyakarta, Gurih dengan Aroma Khas”

  1. Follback mba

  2. Lama kelamaan, selera makan orang akan kembali ke asal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: