Melukis Sabtu

Hari Sabtu jelang petang. Matahari cerah dan cahayanya masih terang. Waktu yang pas melukis Sabtu dan menikmati akhir pekan. Sabtu ini enaknya kulukis seperti apa dalam benak?

Sabtu lalu aku masih berkutat di kampus, membahas penelitian. Hari ini aku bermalasan.

Sabtu lalu aku merasa senang dan cemas hendak tamasya menonton pertunjukan. Ya, aku menonton Hodgepodge, dengan Endah n Rhesa salah satu penampilnya.

Bagiku musik itu seperti udara segar. Aku memerlukannya untuk menambah tenaga. Di Hodgepodge aku sempat menyaksikan The SIGIT. Hemmm aku tidak begitu mengenal lagu-lagunya. Tapi ketika menonton pertunjukannya langsung, aku merasa jatuh cinta dengan musik dan energiku. Aku jadi ingin tahu lebih banyak musiknya. Suatu saat ingin kuulas.

Sabtu ini merasa mengantuk seharian dan hanya ingin bermalasan. Aku kehujanan sepulang dari Hodgepodge dan demam sepekan kemudian.

Jumat malam aku menonton The Nun. Tidak begitu seram tapi pintar bikin penonton kagetan meskipun formulanya sama dan bisa tertebak.

Ceritaku serabutan. Pekan ini aku ingin mengulas The Nun, Wiro Sableng, dan mungkin The SIGIT. Bisa di blog ini dan bisa jadi di Kompasiana.

Aku melukis Sabtu ini dengan bermalasan. Siapa tahu kantukku lenyap dan aku kembali antusias bekerja. Sabtu ini gambarnya hanya awan dan kucing yang menguap.

Gambar dari pexels

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 8, 2018.

4 Tanggapan to “Melukis Sabtu”

  1. Yg pnting ttp menulis, dan itu bgus, sy pikir. Do whatever you like that makes you happy.

  2. Emang paling enak ya wi malas2an… hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: