Kembang Api itu Bulat atau Datar?

Sebenarnya kembang api itu bulat atau datar ya? Pertanyaan ini terkesan tidak penting, tapi bagi sejumlah siswa SMA di kota Moshimo, jawaban tebakan ini menentukan mereka yang bakal lolos mengerjakan tugas musim panas. Kisah perayaan kembang api ini dikulik dalam Fireworks, Should We See It from The Side or The Bottom?

Sebuah perayaan erat kaitannya dengan pesta kembang api alias hanabi. Pada saat perayaan ini keluarga dan muda-mudi asyik menikmati keindahan langit yang menjadi semarak berkat pijaran kembang api. Hanabi sendiri erat kaitannya dengan lambang harapan.

Festival kembang api ini juga menarik perhatian Miura, Junichi, Norimichi dan Yusuke. Mereka ingin melihat festival kembang api di Kuil Moshimo. Mereka bingung memutuskan apakah menyaksikannya di pantai atau mercusuar.

Sebelum mereka menyaksikan kembang api, Norimichi dan Yusuke sedang membicarakan gadis di kelas mereka, Nazuna. Ia gadis pendiam yang cantik. Yusuke menyukainya dan ingin ia menjadi kekasihnya. Sedangkan, sobat karibnya, Norimichi juga diam-diam menyukainya.

Nazuna Oikawa seorang gadis yang penyendiri. Ia menyimpan kesedihannya selama ini. Ibunya telah menikah ketiga kalinya. Kali ini ia harus ikut berpindah ke kota lain bersama ibu dan ayah tirinya. Nazuna enggan menuruti kemauan ibunya.

Pada hari terakhir sekolah sebelum musim panas itu, ia menemukan sebuah benda bundar. Ia mengambilnya.

Ketika ia melihat Yusuke dan Norimichi bertanding renang, ia pun ikut serta. Ia akan mengajak salah satu dari keduanya yang menang untuk ikut serta dengannya. Namun sayangnya Yusuke entah kenapa tidak jadi pergi dengan Nazuna.

Nazuna yang berencana kabur bertemu dengan Norimichi. Ia bercerita bahwa sebenarnya ia berharap dialah yang menang dan keduanya kabur bersama. Kemudian Nazuna ketahuan ibunya dan dipaksa untuk pulang. Nazuna menangis meminta Norimichi menolongnya. Yang diminta tolong hanya terpaku, syok dengan kejadian di depannya. Ia melihat benda bundar milik Nazuna terjatuh. Ia marah dan melemparnya. Tiba-tiba waktu berulang. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tentang timeline alternatif
Banyak film yang mengupas tentang waktu yang berulang, seolah-olah ada suatu misi yang harus diselesaikan agar tidak terjadi perulangan hari. Di cerita tertentu perulangan ini disengaja dan diharapkan agar tujuan dapat terselesaikan.

Perulangan hari merupakan peluang dan kesempatan untuk mengubah sesuatu. Tapi bagaimana jika pelakunya tidak tahu apa yang harus diperbuat dan apa yang paling diharapkannya?

Film tentang kembang api ini punya dua sisi cerita, tentang kembang apinya dan juga misteri perulangan hari ini, juga waktu yang bercabang. Konon jika kita melakukan pilihan maka satu cabang rangkaian waktu atau garis kehidupan baru akan terbentuk. Apabila kita memilih lainnya maka juga terbentuk cabang waktu lainnya. Dua timeline ini, timeline utama dan alternatif sama-sama berjalan seiring. Bisa jadi dua timeline ini sama-sama mengarah ke timeline utama nantinya atau malah terbentuk cabang-cabang rangkaian waktu baru.

Film animasi ini terkesan agak rumit dan sulit dibayangkan jika terjadi di dunia nyata. Tapi siapa tahu konsep timeline alternatif alias itu benar-benar ada karena waktu merupakan dimensi yang unik.

Gambarnya cukup indah terutama gambar landscape-nya. Sayang karakter tokoh seperti Natsuna dan Norimichi kurang tereksplorasi. Yang kusuka dari anime ini adalah konsep waktu tersebut. Setiap pilihan membuat kehidupan tersendiri

Detail Film:
Judul: Fireworks, Should We See It from The Side or The Bottom?
(Uchiage Hanabi, Uekara Miruka? Shitakara Miruka?)
Sutradara: Akiyubi Shinbo dan Nobuyuki Takeuchi
Pengisi suara: Suzu Hirose, Masaki Suda, Mamoru Miyano
Produksi: Shaft, 2017
Skor : 7/10
Gambar milik Shaft

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 11, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: