#BukaInspirasi Era Digital Bikin Perempuan Makin Berdaya

Dengan gadgetnya, perempuan bisa raih peluang meningkatkan pendapatan (dok. pexels)

Pengantar paket mengetuk-ngetuk pagar dan berteriak ada paket. Aku membukanya, rupanya ia mengantarkan pesananku berupa pakan kucing. Wah, pakan kucing itu cepat sekali kuterima. Kucing-kucingku, Nero dan Mungil, juga dua kucing liar di halaman seperti Upit dan Kecil menyambut dengan sukacita.

Pada era digital membeli barang dan memesan jasa lebih mudah dan praktis. Aku tinggal melakukan pencarian berdasarkan kata kunci barang yang ingin kubeli atau memilihnya berdasarkan kategori. Selanjutnya aku menyortirnya apakah ingin yang termurah, lokasinya berada di sekitar aku tinggal, dan sebagainya. Aku kemudian membayar dan menunggu pesanan itu tiba. Aku diuntungkan dengan kepraktisannya, sedangkan si penjual diuntungkan dengan kemudahannya menjangkau pembeli.

Menurutku era digital ini memberikan banyak peluang pada mereka yang melek teknologi dan mereka yang berkeinginan untuk meningkatkan perekonomiannya. Selain mampu memberikan alternatif cara untuk menambah pundi-pundi uang, era digital juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri.

Tinggal buka gadget bisa belanja barang yang diinginkan (dok. pexels)

Era digital ini sebenarnya sudah hadir pada satu dekade silam sejak penetrasi internet semakin baik di Indonesia. Namun dengan maraknya smartphone dan meningkatnya pengguna media sosial serta akses internet yang semakin cepat maka manfaat teknologi digital pada tiga tahun belakangan ini semakin menguat. Hal ini juga didorong dengan semakin banyaknya aplikasi daring serta marketplace yang memberikan manfaat lebih bagi penggunanya, baik pemberi jasa atau penjual barang maupun pengguna jasa atau pembeli produk tersebut.

Sebelum era aplikasi mobile marketplace, banyak yang berinvestasi dengan membuat situs e-commerce. Ada pula yang memanfaatkan blog, facebook dan instagram untuk berjualan. Berjualan dengan media sosial secara tradisional masih banyak digunakan, namun kanal ini memiliki keterbatasan untuk menangani pembeli yang banyak juga masalah kepercayaan. Tidak sedikit yang mengaku mengalami penipuan baik dari sisi penjual maupun pembeli. Di satu sisi pembuatan situs e-commerce juga tidak murah. Memang saat ini juga ada media sosial untuk bisnis namun belum begitu memasyarakat dan tarifnya masih dianggap memberatkan bagi sebagian pihak.

Marketplace menjadi peluang kaum perempuan untuk lebih berdaya (SS. BukaLapak)

Nah, dengan adanya terobosan situs marketplace yang kini juga memiliki versi aplikasi daring maka masalah kepercayaan, kepraktisan, dan keamanan mendapatkan solusi. Marketplace sendiri merupakan situs atau layanan yang mewadahi banyak penjual dari berbagai daerah serta menjadi media penghubung antara penjual dan pembeli.

Dengan hadirnya marketplace seperti Bukalapak, maka setiap orang bisa jadi penjual. Ia tidak perlu pusing-pusing memikirkan cara pembayarannya karena sudah disiapkan sistemnya. Dengan sistem ini pembeli juga dipastikan tetap merasa aman dari risiko penipuan dengan adanya jaminan barang terkirim atau uang kembali.

Dari sisi si penjual dengan adanya sistem dan ketentuan dari penyedia marketplace maka ia juga dituntut untuk selalu bertanggung jawab akan kualitas barangnya dan tidak perlu merasa takut si pembeli tidak membayar barangnya. Kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.

Marketplace Membuat Kaum Perempuan Makin Berdaya
Tidak sedikit kaum perempuan yang terjun dan berkecimpung di dunia marketplace. Sebagian dari mereka ada yang merupakan ibu rumah tangga, ada yang memiliki usaha mikro kecil menengah, ada juga wanita karier yang ingin menambah pemasukan. Mereka menawarkan berbagai produk, baik yang sifatnya baru atau benda second untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

UMKM terbantu dengan adanya marketplace untuk menjangkau pembeli (SS. Bukalapak)

Bagi Ibu rumah tangga, berjualan lewat marketplace merupakan peluang. Mereka bisa bekerja tanpa sering-sering meninggalkan rumah. Mereka bisa membeli barang lalu menjualnya lagi, atau menjual makanan/kerajinan/produk buatan mereka sendiri, atau menjual benda-benda yang tidak mereka gunakan lagi. Bagi kaum perempuan yang memiliki usaha mikro dan kecil menengah maka ia bisa mempromosikan produknya dan menjangkau pembeli yang lebih luas. Bisa saja pembelinya dari Manokwari, Banda Aceh, dan sebagainya, sementara lokasi usahanya di Banyuwangi. Sedangkan bagi perempuan bekerja yang mencari tambahan pemasukan maka ia bisa melakukan reseller atau menjual barang yang unik.

Peluang di dunia marketplace bukan hanya terbuka bagi ibu rumah tangga, kaum perempuan pelaku UMKM, wanita karier, namun juga kaum perempuan yang tertarik dengan jasa ekspedisi. Ia bisa membuka jasa ekspedisi atau menjadi bagian dengan menjadi pengantar paket-paket pesanan tersebut. Hal ini sudah lazim, aku beberapa kali menemui pengantar paket yang merupakan kaum perempuan. Peluang ini juga terbuka bagi perempuan yang pandai memotret dan menata layout, mereka bisa menawarkan jasa ke penjual untuk membantu menata dan memotret barang dagangannya agar lebih menarik. Kaum perempuan yang pandai mengemas barang dan membungkusnya agar tetap rapi selama pengiriman juga memiliki peluang sama besarnya. Ya, perempuan siapapun bisa memiliki peluang dalam bisnis di era digital ini.

Benda kerajinan juga dijual di marketplace (ss Bukalapak)

Selain memberikan peluang meningkatkan pendapatan, kaum perempuan mendapatkan keuntungan dengan terjun di marketplace berupa meningkatnya kepercayaan diri, wadah mengasah kemampuan manajerial, meningkatnya rasa tanggung jawab, mengenal konsumen mereka, dan sebagainya. Ada saatnya Kalian mengalami menghadapi calon pembeli yang rewel, ini merupakan tantangan untuk melatih kesabaran dan kemampuan menghadapi konsumen dengan tetap santun namun tegas.

Situs dan aplikasi daring marketplace ini hanya satu di antara aplikasi daring lainnya yang memberikan peluang bagi kaum perempuan. Mereka bisa memilih memanfaatkan peluang tersebut bergantung keahlian dan minat, apakah pandai menulis, suka berdagang, pandai memotret, ahli mengemudi dan navigasi, dan sebagainya.

Nah, kaum perempuan apakah Kalian siap menjemput rejeki pada era teknologi digital ini? Atau Kalian punya kisah #BukaInspirasi lainnya, yuk berbagi😀

Perempuan bisa menggunakan minatnya untuk menambah pendapatan lewat teknologi digital (dok. pexels)

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 22, 2018.

2 Tanggapan to “#BukaInspirasi Era Digital Bikin Perempuan Makin Berdaya”

  1. Saya juga sudah pakai bukalapak, buat jualin alat buat bikin layangan saya dan lumayan laku, apalagi karena fitur pushnya, bikin jualan jadi cepet laku. Semenjak kenal bukalapak, saya udah familiar banget, karena cara pakenya gampang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: