Pengemudi Tua yang Tangkas

Bapak itu berusia hampir enampuluh tahun. Ia tiba dengan cepat, tak lebih dari lima menit setelah aku menekan tombol pesan pada sebuah aplikasi ojek daring. Bapak itu kemudian bercerita bahwa era digital ini memberikannya berbagai peluang. Cerita kakek bernama Roeloef ini salah satu dari mereka yang terbuka dengan dinamika teknologi dan mengambil peluang untuk menggapai rejeki.

Pria berusia paruh baya itu sangat santun dan berhati-hati dalam berkendara. Dari ceritanya sepotong-potong pada saat berhenti di lampu merah, ia pria pekerja keras yang tak suka berpangku tangan. Daripada berdiam diri di rumah menikmati masa pensiun, ia memilih untuk terus bekerja dan menjemput rejeki. Waktu bekerjanya dipilihnya sendiri, sekiranya sudah cukup, ia pun kemudian melipir kembali ke kediamannya. Hari Sabtu atau Minggu dipilihnya untuk libur, beristirahat dan berkumpul bersama keluarganya.

Dengan aplikasi ojek daring ia bisa bekerja sesuai kemampuannya. Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi pada era digital ini yang banyak membuka peluang.

Meskipun Pak Roeloef sudah tua ia tak gentar untuk menguasai aplikasi tersebut. Ia tak segan bertanya ke juniornya tentang cara melihat pesanan dan sebagainya. Sambil tertawa ia berkata ia tak bisa menjawab pesan lewat SMS atau chatting. Alhasil ia mempergunakan telepon. Alamat pun terkadang hanya dilihat garis besarnya karena ia tak mampu membaca peta online. Namun dengan percaya diri ia yakin mampu mengantar kustomernya sesuai lokasi yang diminta. Jika bingung alamatnya ya tinggal tanya, ujarnya sambil terkekeh.

Ia dulunya salah satu opang. Ia kemudian diajak salah seorang kawannya yang lebih mudah bergabung. Rupanya ia malah yang lulus administrasi, kelengkapan dan tes berkendara. Rekannya malah gagal.

Ia memang salah satu pengemudi yang santun. Ia tak segan mempersilakan pengemudi lain yang hendak berbelok dari arah sebaliknya untuk jalan terlebih dahulu.

Ketika ku bertanya bagaimana ia menjaga kondisi tubuhnya, ia tertawa lalu berkata rajin makan telur dan susu. Oleh karena sering terpapar angin dan polusi ia selalu mencoba makan sehat dan cukup beristirahat.

Bapak tua itu setelah mengantarku pun pulang ke rumahnya. Ia menikmati malam Minggu bersama istrinya. Esoknya waktu istirahatnya dinikmati betul-betul agar Senin pagi bisa kembali bekerja dengan semangat.

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 23, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: