Musim Hujan, Perjalanan, dan “Payung” untuk Perlindungan

Langit mendung dan begitu gelap. Aku bergegas untuk pulang, was-was bakal tertahan di kantor karena hujan deras yang bakalan lama. Kurasakan titik-titik air menyentuh pipi dan tangan. Aku pun mengenakan jas hujan yang selalu kubawa di dalam tas. Separuh perjalanan menuju ke rumah rintik-rintik hujan itu berganti terang. Badan jadi terasa gerah karena pakaian yang berlapis-lapis tapi tak apa-apalah aku tadi sudah terlindungi oleh jas hujan.

Cuaca sudah berganti musim hujan. Memang hujan tidak selalu turun tiap harinya tapi aku mencoba untuk selalu waspada agar tak kehujanan. Jaket, payung, dan jas hujan pun selalu siap sedia. Lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal kemudian. Kehujanan itu tidak enak, apalagi jika kemudian sakit karena kehujanan.

Membawa jaket, payung, dan jas hujan itu bagiku sudah hal biasa, seperti halnya untuk selalu waspada selama dalam perjalanan menuju dan kembali ke tempat kerja. Setiap hari aku rata-rata menumpang ojek daring ataupun angkutan umum lainnya. Aku selalu siap dengan masker agar tak banyak polusi udara baik gas monooksida maupun debu yang kuhirup. Aku suka memeringatkan pengemudi untuk berhati-hati dan tidak bermain ponsel selama di perjalanan. Bahaya bisa terjadi kapan saja, oleh karenanya aku selalu waspada di perjalanan.

Berangkat ke tempat kerja maupun untuk liburan sama-sama memiliki risiko. Untuk itulah sebagai manusia perlu melakukan upaya maksimal untuk menjauhkan diri dari berbagai hal yang tak diinginkan. Jika upaya sudah maksimal, maka doa juga jangan lupa dipanjatkan.

Oh ya omong-omong tentang risiko, sebenarnya risiko itu bisa dimana saja. Dalam rumah pun demikian. Risiko yang bisa terjadi pada rumah terutama di daerah rawan banjir dan pemukiman padat penduduk umumnya kebanjiran dan kebakaran. Namun selain dua kejadian tersebut, bisa saja sebuah rumah mengalami musibah seperti terkena semburan lumpur seperti di Sidoarjo dan menjadi aksi korban huru-hara. Oh ya ada juga kejadian langka yakni rumah tertimpa pesawat yang jatuh. Waduh.

Gara-gara kebakaran pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalku dulu, maka pasangan suka mengingatkan untuk memeriksa dapur apabila aku hendak berangkat kerja dan bepergian. Jangan sampai lalai kompor masih menyala. Ia juga memintaku mencabut kabel agar terhindar dari risiko korsleting. Hal-hal yang sepele seperti lilin yang menyala juga bisa jadi malapetaka ketika apinya menyentuh sprei atau selimut lalu kemudian merembet.

Hehehe aku tidak sedang bercerita horor nih. Risiko memang selalu ada dalam kehidupan. Hanya tinggal manusia yang perlu melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan dan menghindarinya. Ada yang bilang usaha itu tidak cukup, perlu proteksi lebih agar membuat upaya itu berjalan maksimal. Aku sih setuju.

Berhubung bulan Oktober, tepatnya 18 Oktober lalu diperingati sebagai hari asuransi maka rasanya perlu juga mengingatkan diri akan pentingnya berasuransi. Omong-omong Kalian sudah punya asuransi apa sajakah?

Selain asuransi wajib seperti asuransi ketenagakerjaan dan asuransi kesehatan yang dikelola oleh BPJS sebenarnya kita juga perlu asuransi pelengkap lainnya seperti asuransi jiwa, asuransi perjalanan dan asuransi rumah agat perlindungannya bisa benar-benar komplet. Asuransi-asuramsi ini dengan asuransi sosial saling melengkapi dan preminya juga bisa disesuaikan sesuai kemampuan dan kebutuhan.

Hari Asuransi dan Produk Asuransi Inovatif
Hari asuransi nasional sudah ditetapkan sejak 18 Oktober 2006. Namun setelah 12 tahun berlalu inklusi di bidang keuangan ini masih rendah, demikian pula dengan literasi masyarakat akan asuransi. Padahal, potensi industri asuransi ini di Indonesia masih sangat besar.

Agar produk asuransi ini bisa diterima apalagi oleh kalangan milenial maka tentunya produk dan strategi ini harus terus berinovasi agar produknya sesuai dengan kebutuhan, juga pembeliannya diharapkan praktis, penerbitan polisnya cepat, serta proses klaimnya yang mudah.

Anak milenial suka yang sifatnya praktis dan kalau bisa proses untuk pembelian asuransi, pembayaran premi dan proses klaim tinggal menekan beberapa langkah di ponselnya. Mereka lebih suka produk yang bisa memberikan keleluasaan dan fleksibilitas baik dalam hal pilihan asuransi, cakupan asuransi, dan biaya preminya.

Melihat potensi pasar tersebut, asuransi Astra meluncurkan produk asuransi berbasis digital bernama happyOne.id. Peluncuran ini dilakukan 17 Oktober lalu oleh CEO Asuransi Astra, Rudy Chen dan Direktur Astra International, Suparno Djasmin.

Apa yang Baru dari happyOne.id ?
One shop insurance atau my all in one insurance, itulah kiranya istilah yang tepat menggambarkannya. Di sini cukup dengan mendaftar dan memiliki OneID maka calon nasabah/peserta asuransi bisa memilih produk yang sesuai, melakukan pembelian secara feksibel hingga memeriksa status dan riwayat polis. Satu ID atau OneID dapat digunakan untuk mengakses seluruh produk asuransi, kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan website yang bisa diakses secara mobile atau dengan dekstop.

Produk-produk yang terdapat dalam happyOne.id meliputi perlindungan bagi diri sendiri untuk risiko kecelakaan diri (happyMe), asuransi perjalanan (happyTrip), asuransi pendidikan bagi anak apabila tertanggung utama meninggal dunia karena kecelakaan (happyEdu), dan asuransi rumah (happyHome). Asuransi rumah sendiri ruang lingkupnya lebih luas, dari asuransi kebakaran, asuransi tertabrak kendaraan, asuransi kena huru-hara dan sebagainya.Yuk bahas satu-persatu.

Asuransi happyMe merupakan perlindungan diri dengan adanya risiko kecelakaan. Manfaat utamanya berupa santunan meninggal atau cacat tetap. Sedangkan happyTrip merupakan asuransi perjalanan baik ketika melakukan perjalanan ke wilayah domestik maupun ke mancanegara agar perjalanan bisa menyenangkan dan tenang. Asuransi happyTrip ini melindungi dari risiko gangguan transportasi seperti sakit sehingga memerlukan kegiatan medis saat perjalanan, keterlambatan penerbangan hingga kerusakan dan kehilangan bagasi.

Sedangkan happyEdu merupakan perlindungan pendidikan bagi anak apabila orang tua meninggal karena kecelakaan sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan dengan tenang. Asuransi happyHome merupakan perlindungan rumah akan risiko kebakaran, terkena petir, tertabrak kendaraan, atau tertimpa pesawat. Ruang lingkup happyHome bisa diperluas seperti biaya medis bagi tertanggung yang mengalami kebakaran hingga santunan pembelian perabotan yang terbakar.

Apabila masyarakat ingin terproteksi all in dan komplet, maka cukup dengan mulai Rp 399 ribu maka mereka bisa mendapatkan perlindungan diri saat berkendara dan berlibur juga ketika meninggalkan rumah atau ketika beristirahat di rumah.

Bagi milenial yang bujetnya terbatas dan ingin lebih fleksibel juga bisa membeli asuransi mikro. Perbedaan dengan asuransi konvensional, asuransi mikro harganya murah bisa mulai Rp 10 ribu dan ruang lingkupnya bisa dipilih sesuai kebutuhan. Usia tertanggung rata-rata juga berbeda, apabila yang konvensional mulai 20 tahun, maka yang asuransi mikro bisa sejak usia 17 tahun.

Membelinya Mudah, Praktis, dan Fleksibel
Beberapa hari lalu aku mencoba mendaftar untuk mendapatkan OneID. OneID untuk melakukan pembelian, cek riwayat polis. Prosesnya cepat, hanya memasukkan data diri, KTP, dan nama ahli waris, dan sebagainya. Setelah mendapatkan OneID maka aku pun bisa mulai memilih produk asuransi yang sesuai dan membayarnya.

Aku mencoba dua kali. Yang pertama adalah asuransi rumah karena pada dasarnya aku memerlukan perlindungan rumah terutama dari serangan rayap. Sayangnya ternyata tidak ada asuransi rumah ambruk karena serangan rayap hehehe. Tapi kejadian seperti kebakaran dan tertabrak mobil itu bisa saja terjadi. Pagar rumah nenekku pernah dua kali tertabrak mobil dan motor sampai penyok.

Ketika aku mencoba simulasi biaya premi asuransi rumah besarannya berkisar Rp 412 ribu- Rp 750 ribu untuk yang fit dan yang plus. happyHome plus jelas covernya lebih banyak dan lengkap.

Nah, bagi yang ingin tetap berasuransi tapi bujet terbatas bisa mencobai asuransi mikro untuk perlindungan diri. Asuransi ini dimulai dengan Rp 10 ribu. Dengan premi Rp 10 ribu yang bisa didapatkan adalah manfaat meninggal dunia, santunan biaya pemakaman, dan santunan biaya kedukaan karena kecelakaan dengan total nilai pertanggungan Rp 2.750.000,-. Prosesnya cepat sih untuk dapat polisnya.

Memang tidak ada yang mau mendapatkan musibah, berupaya menghindari musibah dengan berhati-hati dan berdoa itu perlu. Namun, agar perlindungannya lebih komplet maka bisa dengan berasuransi #BeTheHappyOne

Oh ya tips-tips agar hidup lebih ceria dan bersemangat bisa juga Kalian dapatkan di media sosial @happyOne.id

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 6, 2018.

4 Tanggapan to “Musim Hujan, Perjalanan, dan “Payung” untuk Perlindungan”

  1. Yeay… sdia payung sblum hujan dst.

    Ntahlah, sedari awal sy udah tebak ini psti bakal berujung pd asuransi, dan trnyata btul.
    Asuransi pnting sih, dan sebaiknya org ikut asuransi utk antisipasi sgla kmungkinan.

  2. sebagai pns yang baik tentu saja saya punya bpjs kesehatan dongg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: