Terima Kasih Pahlawan

10 November memiliki tempat khusus di hati bangsa Indonesia. Pada tanggal ini diperingati sebagai hari Pahlawan. Rupanya masih banyak yang tidak rela bangsa Indonesia merdeka sehingga kemudian terjadilah agresi militer Belanda yang memakan banyak korban jiwa. Kisah tentang pertempuran 10 November dan agresi militer banyak dikisahkan salah satunya di fragmen pertempuran yang diadakan di Surabaya dan kota-kota sekitarnya.

Dulu waktu SMP aku ingat pernah ikut menjadi peserta upacara di Balaikota Malang memeringati Hari Pahlawan. Dalam upacara itu kami juga bernyanyi membawakan sekitar lima lagu yang banyak di antaranya merupakan lagu baru. Di upacara tersebut juga ditampilkan fragmen yang menggambarkan perjuangan masyarakat masa itu memertahankan kemerdekaan Indonesia. Para veteran perang juga ikut hadir di situ.

Peringatan yang lebih semarak diadakan di Surabaya. Di kota yang disebut kota pahlawan ini diadakan berbagai acara memeringati hari pahlawan.

Oleh karena almamaterku memiliki nama Institut Teknologi Sepuluh November dan dies natalisnya juga 10 November, maka setiap tanggal tersebut juga semarak. Ada semacam penggerak di hati kami agar selalu meneladani sikap pahlawan dan selalu berterima kasih kepada mereka dengan belajar tekun dan kemudian berkontribusi. Jika pada waktu itu tidak ada perlawanan kepada sekutu entah apa yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini.

Saat ku bekerja di sebuah perusahaan pemerintah, setiap tanggal ini kami melakukan upacara. Aku juga beberapa kali mewakili perusahaan untuk melakukan upacara di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Namun rupanya tidak cukup hanya sekedar peringatan, menghadiri upacara, dan melakukan ziarah. Itu tidak cukup, apalagi saat ini dan masa mendatang.

Memaknai hari pahlawan yang kongkret yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pasalnya, Indonesia dulu banyak mengalami kekalahan karena politik adu domba. Ada yang dijanjikan dengan kekuasaan, ada pula yang mendapatkan daerah yang kaya, dan sebagainya. Oleh karenanya jangan mudah terbawa oleh isu-isu yang mencoba memecah-belah Indonesia.

Jika penampilanmu, keyakinan agamamu, pandangan politik ataupun kultur budayamu berbeda dengan tetanggamu ataupun kawan-kawanmu, anggaplah itu sebuah realita hidup dalam keberagaman. Tidak perlu diseragamkan.

Memberikan kontribusi bagi negeri juga tidak harus sesuatu yang besar. Mencari nafkah bagi keluarga, tidak berbuat jahat kepada para hewan yang tidak menyerang, menjaga kebersihan lingkungan, juga wujud sebuah kontribusi.

Merawat patung pahlawan menurutku juga bukanlah hal yang buruk dan merusak akidah keyakinan, melainkan wujud penghormatan. Aku sungguh sedih ketika membaca berita tentang patung pahlawan Banten, Sultah Ageng Tirtayasa yang dibuang di pinggir jalan. Padahal mereka yang membaca sejarah tentu paham jika Beliau sangat besar jasanya bagi negeri ini.

Aku tidak bisa diam ketika mengetahui berita ini karena jika ‘pandangan’ sebagian orang ini menular ke daerah lain maka sebagian isi museum bisa jadi akan raib dan generasi mendatang tidak akan komplet mengetahui sejarah dan pahlawan negerinya. Membuat patung pahlawan dan merawatnya bukan berarti pengkultusan, melainkan wujud penghargaan. Ini sama halnya dengan menjadikannya sebagai nama jalan, memasukkan gambarnya ke uang dan sebagainya.

Oh ya apabila Kalian punya gagasan besar untuk lingkungan tempat tinggal ataupun bagi negara maka ungkapkanlah. Sekarang adalah era kolaborasi, bisa jadi kawanmu ataupun orang-orang yang tidak Kalian kenal membantumu untuk mewujudkan gagasanmu tersebut.

Selamat hari pahlawan😃

 

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 11, 2018.

4 Tanggapan to “Terima Kasih Pahlawan”

  1. sesuai laporan pandangan mata
    kebanyakan instansi pemerintahan dan bumn pada bikin upacara hari pahlawan hari ini nih

  2. Btul skli ulasanmu, Mbak Puspa. Yg penting skrg, jaga persatuan dan kesatuan, hargai jasa pahlawan, jngn suka bikin joax apalagi hate speech.

    Kmi tgl 10 kmrin itu juga ngadain upacara di skolah. Kbtulan jg ada para TNI yg hadir ke desa kmi dlm rangka latihan, bbrp hri sblumnya. Langsung aj kmi gelar upacara bersama.

    Oya, dirimu org Jawa Timur ya?

    Slmat Hari Pahlawan. Semngat pahlawan di dadaku

    • Iya asal Jawa Timur
      Memang perlu sih diadakan upacara agar selalu ingat akan momen tersebut, merebut kemerdekaan dan mempertahankannya itu diraih dengan susah payah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: