Sanctuary di Senin Pagi

Sudah dua kali dalam dua pekan ini aku mengunjungi sebuah resto fast food pagi-pagi. Bukan karena menu sarapannya yang enak. Menunya standar dan tidak masuk kegemaranku. Aku hanya ingin di sini sejaman untuk menyepi sejenak sebelum masuk rutinitas.

Sudah sejak pukul 05.40 aku sudah berada di jalanan. Hari Senin bukan hari favoritku karena membuatku harus tergesa-gesa. Lewat dari pukul enam maka akan disiksa banyak kemacetan, sementara naik kereta akan tergencet dan berdesakan.

Apabila berangkat sebelum pukul enam maka aku masih bisa tiba di resto tersebut pukul 07.00 dan menikmati menu sarapan paginya. Lewat dari itu aku bisa tiba pukul delapan atau lewat. Perbedaan yang signifikan.

Bukan karena menunya yang enak membuatku singgah di sini. Tapi karena alternatif lainnya sedikit. Tempat makan belum banyak yang buka. Kalaupun ada seperti warteg, tapi di sekitar sini aku tidak menemuinya. Penjual soto sendiri baru buka mendekati pukul 08.00 dan agak jauh.

Aku sendiri sebenarnya tidak alergi dengan makanan pinggir jalan. Hanya khusus Senin pagi aku berniat memanjakan diri ke tempat yang nyaman. Tempat dimana aku bisa membuka laptop atau mengetik dengan hape dalam suasana tenang dan nyaman. Aku perlu sanctuary walau sejenak dan berbayar lebih dengan makanan yang kurang enak.

Kalau kupikir-pikir melihat kecenderunganku mencari tempat yang tenang dan sepi aku merasa sebagai Taurean sejati. Aku hanya berkompromi dengan keramaian pada saat menonton pertunjukan musik atau menyaksikan pertandingan olah raga. Terlalu lama di tempat ramai seolah-olah menyedot energiku. Yang terjadi kemudian aku kembali mencari tempurungku dan berlindung di sana.

Hari ini tema blognya tentang zodiak. Aku sendiri merasa lebih cocok jadi Taurean daripada kaum Gemini. Dulu ada masa aku cukup luwes bergaul, tapi kini aku cenderung menarik diri dan lebih suka di belakang layar. Aku lebih suka mengamati dan kemudian menuangkannya ke dalam tulisan, daripada berbicara ini itu dengan orang yang tak kukenal. Meski dalam beberapa kasus, aku juga bisa menyesuaikan diri.

Entahlah aku taurean sejati atau tidak, yang kuketahui selera seniku agak lumayan, meski cuma bisa jadi penikmat dan komentator hehehe.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 3, 2018.

4 Tanggapan to “Sanctuary di Senin Pagi”

  1. Sanctuary tuh apa teh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: