Masih Sebagai Penulis

Aku lebih suka menyebut diriku sebagai penulis daripada blogger. Alasannya, dengan menjadi penulis aku bisa mengunggah dan mengirim tulisanku kemana saja, tidak harus ke blog pribadi. Aku pernah menjadi penulis penuh waktu, tapi untuk saat ini aku lebih suka menjadi penulis freelance.

Profesi penulis saat ini makin diperlukan. Dulu awal-awal mencoba menjadi penulis itu rasanya susah untuk memasukkan tulisan ke media cetak dan juga ke penerbit.

Aku sudah merasakan berkali-kali ditolak oleh penerbit, demikian juga kiriman tulisanku yang tak pernah ditanggapi. Kadang-kadang aku tak tahu apakah tulisanku dimuat atau tidak karena surat lewat pos atau lewat email itu tak pernah dibalas.

Ketika artikelku dimuat rasanya senang bukan main. Adakalanya honornya tak sesuai harapan, kadang-kadang ada juga yang hanya menyediakan suvenir. Tak apa-apalah bagi penulis yang penting tulisannya dimuat. Hehehe agak sulit bagi seorang penulis bisa kaya raya kecuali ia penulis novel atau skenario yang laris manis.

Setelah lepas sebagai kuli tinta, aku masih suka menulis, baik lewat blog pribadi atau kadang-kadang mengirim tulisan ke media mainstream. Tak semuanya berbuah mulus.

Aku juga mulai mengikuti berbagai perlombaan, baik lomba nulis lewat blog, lewat artikel yang dikirim,ataupun lewat seleksi cerita pendek yang kemudian dibukukan. Syukurlah beberapa membuahkan hasil,ada beberapa buku kumpulan cerpen dan puisi yang kuikuti, demikian juga hadiah-hadiah lomba bernilai jutaan yang kudapatkan. Semuanya itu kusyukuri dan menjadi pemacu untuk menulis lebih baik lagi dan lagi.

Selain menulis artikel, aku mulai belajar menulis fiksi, baik cerpen, puisi, dan novel, serta menulis karya ilmiah. Dua jenis penulisan ini karakteristik tersendiri dan sungguh menantang.

Selama ini aku terbiasa membuat karya suka-suka, artikel dan berita. Membuat fiksi jelas beda karena memerlukan daya khayal. Yang sungguh kontras ketika membuat karya ilmiah seperti paper untuk konferensi dan jurnal. Wah ini membuatnya sangat perlu kerja keras karena gaya penulisannya sangat berbeda dengan yang biasa kulakukan.

Saat ini kemampuanku menulis fiksi terbilang masih sangat standar. Gaya bahasanya dan dialognya masih kurang luwes. Sedangkan kemampuan menulis karya ilmiah mulai berkembang, sudah ada beberapa paperku yang diterima di konferensi TI tingkat internasional. Sementara untuk jurnal masih baru tingkat nasional, masih perlu belajar lagi agar kualitas tulisanku meningkat.

Ya, aku menikmati pekerjaanku sebagai penulis freelance. Aku menjadi blogger, cerpenis, ghost writer, content writer, juga peneliti.

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 11, 2018.

21 Tanggapan to “Masih Sebagai Penulis”

  1. wah pengalamannya menginspirasi kak, boleh bantu kasih masukan ke blog saya dong kak, masih newbie soalnya

  2. Khamsahapnida kak πŸ™‚

  3. hai kak, namaku ganti lagi, lagi galau cari2 nama user,,,
    Oke kak, aku akan coba menulis apa ajaa yang penting konsisten.. menulis dengan ikhlas.. πŸ™‚

  4. hai kak, salam kenal.. aku mah cuma suka tulis2 puisi dari dulu SMA, dulu di tulis di Buku, entah skrg bukunya kemana.. dulu juga suka nulis cerpen tapi gak berani ikut2an lomba, haha.. aku suka nulis tapi gak suka baca kak, kumaha yah hehe.. sekarang punya blog iseng2 buat numpahin yang kurasa aja. dan aku gak tahu gimana caranya biar blog aku dibaca banyak orang.. isinya baru puisi2 ajah, lagi mau coba nulis cerpen lagi…

    mohon tipsnya kak… aku nubie nih hikss

    • Hehehe blogku juga termasuk yang sedikit pembacanya hingga tahun 2010. Baru setelah 2011 pembacanya mulai meningkat dan sekarang jumlah pembacanya masih naik turun. Menurutku yang bisa dilakukan itu menulis secara konsisten, tidak fokus ke jumlah pembaca dulu. Nanti pembaca akan hadir dengan sendirinya secara perlahan-lahan.Salam kenal Pelangi Merah:)

  5. aku senang menulis baik itu cerita pendek, puisi ataupun sajak. aku menikmati ketika aku menulis seolah aku masuk ke dalam dunianya. menjadi diri sendiri, banyak kata yang ingin aku sampaikan tanpa banyak berbicara, lewat sekumpulan kata yg dapat mengekspresikan apapun. Tersirat keinginan untuk mengirim ke media, namun aku terlalu cupu bahkan ketika menulis saja aku menggunakan nama pena atau bahkan Anonimitas dan aku menyadari bahwa skil menuliskan masih dibawah standar hehe

  6. Aku malah belum pernah kepikiran jadi freelance writer,, kenapa masih banyak dibutuhkan? pdhal banyak ditolak2 juga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: