Seandainya

Seandainya 15 tahun silam sudah ada MOOC alias kursus online dan  aplikasi perpustakaan online wah aku pasti banyak membaca dan belajar. Saat ini semakin banyak hal-hal yang membuat distraksi, tidak seperti dulu yang terasa hening. Mendengarkan musik sambil membaca sesuatu atau belajar hal-hal baru tanpa biaya tentunya akan menyenangkan. 

Aku suka belajar hal-hal baru yang tak ada kaitannya dengan pekerjaanku atau latarku. Hehehe aku sudah lelah baik fisik dan otakku jika selalu belajar tentang komputer dan sistem informasi. Bisa-bisa ubanku bertambah jika terus belajar hal-hal yang memberatkan hahaha.

Dulu ketika masih suka belajar kursus online, maka aku bisa mengalokasikan waktu 1-2 jam setiap hari untuk belajar. Pernah dalam satu waktu aku mengambil hingga enam kursus dan waktu belajarku pun bertambah. Aku mengambil materi-materi yang asyik. Ada materi tentang belajar berimajinasi dan mengkritisi kisah-kisah fantasi dari dongeng klasik hingga yang bersifat fiksi ilmiah. Ini seru. Ada juga materi kursus tentang musik, sejarah musik rock, sejarah musik-musik dunia, seperti musik unik dari mulut. Lantunan vokal dengan keahlian tertentu bisa membuat suara seperti kuda yang berlari atau deru angin. Kemampuan ini dikuasai oleh para penunggang kuda dari Mongolia. Juga ada yodel dengan bunyi yang lucu sekaligus bagus. Sayangnya musik Indonesia belum ada di situ padahal kekayaan musik Indonesia tentunya sangatlah besar dan indah.

Oh ya aku juga pernah materi tentang games, kenapa sih perlu ada games ini, bagaimana story board-nya, bagaimana karakter para tokoh-tokohnya, bagaimana musik latarnya dan sebagainya. Hahaha asyik. Eh ada juga materi perfilman, bagaimana membuat film yang indah sesuai latar jaman tertentu. Apalagi ya? Oh ya ada materi kursus membuat tokoh-tokoh superhero. Tiap tokoh superhero rupanya punya filosofi masing-masing. Ultraman memiliki desain tertentu, di balik desain kostumnya mungkin ada filosofi. Kenapa ada The Flash, Aquaman, dan sebagainya? Kalau Kamu jadi tokoh superhero Kamu ingin punya kemampuan seperti apa?

Seandainya dulu ada perpustakaan online, tentunya aku sudah banyak membaca. Aku kangen masa-masa membaca buku satu hari selesai. Buku fiksi sih hehehe.

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 12, 2018.

2 Tanggapan to “Seandainya”

  1. Yah, zaman emang udah beda ya, lain dulu lain skrg. Skrg sgla kmudahan mmang bnyak tp jg efek samping dsb jg bnyak, tergantung bagaimana kita menyikapi semuanya. Tp intinya, skrg sdh jauh lbih mudah. Mau bljar ap saja, tinggal klik ini san klik itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: