Keluar dari Zona Nyaman

Keluar dari zona kenyamanan itu tak enak. Tapi ketika berhasil melaluinya ada banyak pengalaman yang didapat, yang pasti sesuai yang baru dan cerita yang baru. Keluar dari tempurung itu membutuhkan tekad kadang-kadang dukungan dari orang-orang sekeliling.

Dulu aku sering sakit perut mendadak ketika hendak melakukan liputan. Aku takut berada di lingkungan baru, menuju tempat baru dan bertemu orang-orang tak kukenal. Kemudian kuketahui ini gejala kegugupanku karena aku menginjak garis di luar zona nyamanku. Aku anak yang lebih sering berada di balik buku dan komputer, masih merasa seperti mimpi ketika kemudian benar-benar menjadi wartawan.

Perasaan ini sama ketika kemudian aku mendapat kesempatan menjadi pemakalah sebuah konferensi TI internasional di India. Aku merasa mulas. Tidak ada yang kukenal dan semuanya berbahasa Inggris. Aku merasa tak percaya diri dengan bahasa Inggrisku yang pas-pasan. Ketika aku berhasil melaluinya aku hampir menangis karena merasa lega. Aku hampir tak bisa menelan makanan saat sarapan sebelumnya. Aku sangat gugup.

Kawanku lain ceritanya. Ia bercerita tentang usahanya melakukan sampingan dengan berjualan kue dan masakan buatan istrinya. Ia bercerita berjualan sangat membutuhkan mental yang kuat. Awalnya ia malu dan berupaya tetap tegar menghadapi sindiran dan celaan. Kini ia mulai tahan banting dan lebih percaya diri mempromosikan dagangannya.

Memulai sesuai itu sangat berat di awal apalagi jika berada di luar zona kenyamanan. Mereka yang berupaya mendapatkan pekerjaan baru tentunya pernah merasakan dilema. Mereka tak yakin apakah lingkungan pekerjaan barunya akan senyaman lingkungan sekarang. Kadang-kadang mereka membatalkan niat mereka dengan menyiapkan alasan-alasan untuk menghibur diri.

Ada sebuah saran tentang keberanian ke luar dari zona nyaman itu yang pernah kudapat. Mencoba hal baru biasanya memang tak enak di awal dan tak selalu berhasil. Jika setelah beberapa waktu kehidupan baru itu membawa ke hal-hal yang baik seperti perubahan karakter yang lebih disiplin, kehidupan berkeluarga yang lebih hangat dan sebagainya maka perubahan itu adalah sesuatu yang positif. Tapi jika malah lebih banyak keburukan maka berhentilah untuk mengevaluasi diri, benarkah jalan baru tersebut?

Meski tak selalu berhasil, mencoba hal baru itu tak buruk. Ada pengalaman dan kisah baru yang bisa menjadi cambuk untuk selalu berupaya ke arah yang lebih baik.

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 12, 2019.

2 Tanggapan to “Keluar dari Zona Nyaman”

  1. Yang penting kamu harus siap dan berani untuk menerjang zona itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: