Menumbuhkan Kebiasaan

Lakukanlah hal tersebut selama tiga-empat bulan, ujarnya kepada kami. Mengapa perlu waktu selama itu? seseorang di antara kami balik bertanya. Ia pun berfilosofi. Bak sebuah padi yang memerlukan waktu sekitar 3-4 bulan agar siap dipanen, sesuatu aktivitas akan bisa menjadi sebuah kebiasaan ketika dilakukan secara terus-menerus selama minimal tiga bulan.

Akhirnya aku meyakini kebenarannya. Kegiatan yang disarankan kepadaku, tidak selalu kulakukan. Dan kini aku tidak melakukannya sama sekali. Tekadku menjadikannya kebiasaan baik ternyata lemah, hanya giat di awal.

Tidak semua hal baik kulakukan setiap harinya. Beberapa kegiatan yang semestinya kulakukan, lama-lama kutinggalan. Ada yang karena jenuh tapi banyak pula yang ku kesampingan dengan sejuta alasan.

Namun rupanya masih ada kebiasaan baik yang rutin kulakukan. Aku ternyata telah melakukannya selama lebih dari 280 hari atau hampir sembilan bulan. Kebiasaan itu berupa belajar bahasa lewat aplikasi daring. Aku menyempatkan diri selama sekitar sepuluh menit sehari untuk melakukannya.

Kebiasaan lainnya yaitu main gim Left vs Right yang terdiri atas beberapa latihan untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Sudah hampir setengah tahun aku setiap hari bermain. Hanya sekitar 5-10 menit per harinya.

Yang terjadi kemampuan mengingatku meningkat secara perlahan-lahan. Aku juga mulai mampu mengenali kondisi sekelilingku dan merekamnya dalam beberapa saat. Jika biasanya aku tidak mudah mengingat nomor plat mobil atau ketika dalam sebuah ruangan mengingat siapa-siapa yang ada di situ, kini secara perlahan-lahan aku belajar mengingat.

Masih banyak kegiatan yang ingin bisa kujadikan kebiasaan baikku. Yang sedang kucoba lakukan yaitu berolah raga minimal sekitar 30 menit per hari untuk menjaga staminaku. Masih dini untuk menjadikannya kebiasaan, tapi aku mencobanya.

Membangun kebiasaan ternyata tidak mudah. Perlu tekad kuat dan sebaiknya didukung oleh kawan atau pasangan.

Tidak cukup seminggu atau sebulan untuk membangun kebiasaan baik. Benar kata Beliau melakukan kebiasaan perlu kesabaran dan waktu. Tiga-empat bulan adalah waktu minimal seperti telur yang menetas menjadi ayam dan bibit yang tumbuh menjadi padi yang siap panen.

“Membangun kebiasaan tidak sekejab, perlu kesabaran, tekad, dan komitmen untuk melakukannya. Kebiasaan baik yang dipupuk bisa menjadi keahlian baru”.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 5, 2019.

2 Tanggapan to “Menumbuhkan Kebiasaan”

  1. Saya pernah baca buku UFS yg judulnya “How Master Your Habit”, kurang lebih bukunya tentang bagaimana membangun habit/kebiasaan. Kutipan yg masih saya ingat dari buku itu, kurang lebih “kalau kamu tidak membangun kebiasaan baik, maka otomatis kamu membangun kebiasaan buruk”. Saya rasa iya juga ya, kalau saya misal tidak membangun kebiasaan berolahraga (baik), maka habit saya tidak berolahraga (buruk). Sayangnya rasanya saya otomatis habit buruk-nya banyak 😐
    Btw nice share, terima kasih.

    • Terima kasih tambahan informasinya. Hahaha aku juga masih punya banyak kebiasaan buruk. Kadang-kadang kalau lagi penuh semangat kebiasaan jelek itu hilang, tapi kadang-kadang kambuh lagi, kayak kerja berdasar mood dan masih suka bermalas-malasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: