Ponoc yang Mongkok

Si Ponoc punya bulu yang tebal dan indah seperti kucing ras. Aku menyebutnya anggora kampung karena ia merupakan campuran kucing kampung dan kucing ras. Yang kusuka dari anggora kampung meskipun bulunya indah, ia punya karakter seperti kucing kampung. Ekspresinya jelas, baik saat sedih maupun saat nakal dan gembira. Nah, si Ponoc itu kadang-kadang terlihat mongkok.

Apaan sih mongkok? Apa ya mongkok itu, menurut KBBI, mongkok itu berarti berbesar hati, merasa puas, dan bangga yang kadang-kadang agak berlebihan.

Saat ini sih kucing utama di rumah masihlah Nero. Nero kucing senior dan kucing alpha di gang rumah. Ia sudah berusia empat tahun tiga bulan. Sepertinya ia kucing yang cukup tua di rumah dan gang rumah.

Empat kucing, Ponoc, Pwan, Nduk, dan Kecil hormat dan agak takut pada Nero. Nero tak segan-segan marah jika kucing-kucing lain tak menaruh hormat padanya. Dalam soal makanan, Si Nero tak mau diganggu. Bagiannya harus yang paling banyak dan paling banyak ikannya.

Lantas bagaimana dengan Ponoc? Ponoc nampaknya mengagumi Nero. Ia merasa dibandingkan saudara dan ibunya,ia ajauh lebih unggul. Ia lebih indah bulunya dan lebih lucu. Ia tahu aku juga menyukainya, sehingga ia pun semangat menemuiku dan ingin selalu jatah terbaik nomor dua setelah Nero.

Si Ponoc lebih egois. Jika si Nero terganggu waktu makannya maka ia membiarkan jatah makannya diambil kucing lain dan ia menungguku agar jatah makanannya diganti. Sedangkan ponoc tak mau diganggu dan direbut sama sekali. Ia  menampik wajah-wajah kucing, bahkan kepala kucing dijatuhkan apabila berani mengambil jatah miliknya.

Ah dasar Ponoc, kucing mongkok.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 8, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: