Hanya Punya Rp 25 Ribu? Tetap Bisa Investasi Lho

Investasi yuk?! Jika mendengar ajakan ini bisa jadi Kalian tertarik atau malah kesal. Tertarik, karena Kalian memiliki dana dan sedang mencari-cari ide untuk mengalokasikannya. Sebaliknya ada juga yang kesal dan merasa tersindir karena hanya memiliki dana tersisa yang tak banyak. Tapi bagaimana apabila ajakan berinvestasi itu hanya sebesar Rp 25 ribu?

Berinvestasi berbeda dengan menabung. Menabung hanya bertujuan untuk menyisihkan dana yang dimiliki untuk disimpan. Wadahnya bisa di rekening bank, di celengan, atau bisa di bawah bantal. Sedangkan investasi merupakan penggunaan dana sebagai modal dengan tujuan mendapatkan selisih atau imbal hasil. Berdasarkan KBBI, investasi merupakan penanaman modal di sebuah perusahaan atau proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Ada banyak jenis rekening yang umum di masyarakat. Cara konvensional yang masih lazim digunakan saat ini yaitu bagi hasil. Ayahku dulu juga menerapkannya. Ayahku memberi modal ke petani untuk membayar sewa tanah, membeli bibit, dan juga pupuk. Petani memberikan tenaganya untuk bertanam tebu. Setelah panen maka hasilnya dibagi dua. Cara ini sama-sama menguntungkan karena petani juga perlu modal untuk membeli bibit dan pupuk yang mahal.

Sistem bertani kadang-kadang menggunakan bagi hasil

Bagi hasil ini tidak hanya di bidang pertanian, Kalian pasti juga pernah menjumpainya di bisnis makanan dan sebagainya. Untuk bisnis makanan biasanya investor memberikan modal berupa tempat dan bahan masakan. Selanjutnya pengelolalah yang memasak dan menjual. Persentasenya kemudian dibagi antara dua belah pihak tersebut sesuai ketentuan.

Jenis investasi lainnya yang umum di masyarakat di antaranya membeli properti, membeli logam berharga, dan berinvestasi di reksadana, obligasi, dan saham. Wah ada banyak juga ya jenisnya. Lantas berapa sih modal awal yang diperlukan untuk berinvestasi tersebut?

Senangnya Kini Berinvestasi Tak Harus Ribet dan Tak Perlu Modal Besar
Aku masih ingat awal-awal dulu memulai berinvestasi. Saat itu informasi begitu minim, tidak seperti saat ini yang informasinya mudah diperoleh lewat internet. Alhasil pada masa itu banyak pekerja yang tidak tahu informasi produk investasi selain membeli emas dan berinvestasi di bidang properti.

Ketika memulai membuka rekening untuk berinvestasi, aku perlu melakukan deposit jumlah dana yang menurutku cukup besar. Setelah mengisi begitu banyak lembar dokumen, baru kemudian aku bisa melakukan pembelian produk investasi. Pada saat penandatangan dan pengumpulan dokumen semuanya atau datang langsung ke kantor sehingga memakan waktu cukup lama.

Aku setuju jika berinvestasi itu harus hati-hati karena ada banyak kasus investasi bodong di masyarakat. Oleh karena itu aku tak masalah jika harus membaca banyak dokumen sebelum memutuskan untuk membuka akun rekening di sebuah perusahaan yang menawarkan investasi, apalagi jika dipersyaratkan untuk melakukan deposit yang cukup besar. Tapi misalkan proses tersebut bisa lebih cepat serta produk investasinya aman dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, mengapa tidak?!

Ada banyak investasi bodong beredar di masyarakat

Selama ini yang sering menghambat seseorang untuk berinvestasi yaitu modal dan kecukupan informasi. Bisa jadi ia ada modal, tapi ia tidak tahu informasi untuk menginvestasikan dananya. Atau dua-duanya, ia tak punya modal besar dan tidak tahu banyak informasi untuk menaruh dananya.

Kini dengan perkembangan dunia digital, semakin banyak penyelenggara fintech. Proses berinvestasi bisa hanya dilakukan dengan klik dan klik, dengan mengisi formulir secara online. Berinvestasi pun tidak harus dengan modal jutaan, banyak yang memberi kemudahan dengan modal yang terjangkau. Masalahnya, tidak semua penyelenggara fintech tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di Modal Rakyat, Investasi Bisa Mulai Rp 25 Ribu
Berinvestasi dengan modal Rp 25 ribu? Aku tertegun sekaligus tertarik, memang bisa ya? Untuk reksadana saja sepengetahuanku minimal Rp 100 ribu.

Rupanya di Modal Rakyat tidak diperlukan modal besar untuk mulai berinvestasi. Siapapun bisa melakukan investasi tersebut mulai Rp 25 ribu dan kelipatannya. Lantas investasinya kemana?

Investasinya disebut peluang pendanaan. Ada beberapa perusahaan yang mengajukan penawaran pinjaman pembiayaan. Di sini calon investor diberikan informasi tentang bunga efektif, tenor, jenis pnjaman, skor kredit, dan informasi penting lainnya. Jadi sebelum bergabung menjadi investor di proyek tersebut, Kalian bisa membaca prospektusnya dan info tentang proyek tersebut. Besaran profitnya beragam, ada yang mencapai 18 persen.

Aku sendiri baru mencoba investasi di fintech ini. Prosesnya cepat dengan terlebih dahulu dilakukan verifikasi data KTP. Setelah itu aku bisa memilh proyek yang didanai.

Info tentang proyek yang bisa dibiayai (dok. modalrakyat)

Oh ya Modal Rakyat ini terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga aman. Apabila Kalian ingin mencoba berinvestasi di sini, Kalian bisa menggunakan kode referalku: DEWI3048 dan akan mendapatkan dana Rp 25 ribu yang bisa Kalian langsung gunakan untuk berinvestasi.

Dengan Modal Rakyat, siapapun bisa berinvestasi. #2019GantiNasib

Gambar: dari pixabay

~ oleh dewipuspasari pada Februari 13, 2019.

4 Tanggapan to “Hanya Punya Rp 25 Ribu? Tetap Bisa Investasi Lho”

  1. Kakak sudah berapa lama berinvestasi di modal rakyat?
    Lalu apakah kita mendapat bagi hasilnya life time? Atau bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: