Bersantai Itu Juga Beraktivitas

Apakah Kalian kadang-kadang merasa bersalah ketika dalam kondisi banyak pekerjaan Kalian memutuskan untuk bersantai sejenak? Sebenarnya tidak perlu resah. Nikmati saja masa bersantaimu itu. Sebab, bersantai juga bagian dari sebuah pekerjaan.

Dulu ada kawanku yang berkomentar, aku orangnya nampak santai tapi pekerjaan rata-rata selesai pada waktunya. Saat yang lain nampak panik dengan tugas dan ujian, atau yang lain nampak sibuk diburu deadline, aku masih bisa terlihat tenang.

Hehehe sebenarnya tidak. Kalau masih kelihatan santai berarti aku memang merasa hal tersebut bisa kukerjakan tepat pada waktunya. Tapi ada kalanya aku juga mendapat serangan panik dan hanya orang paling dekatku yang mengetahuinya.

Saat merasakan hawa panik itu aku kemudian mulai mengetahui polanya. Rasa panik itu karena rasa cemas berlebihan sehingga aku mulai tak bisa berpikir jernih. Saat tugas harus segera terkumpul dan aku mulai panik maka 15 menit, 30 menit, atau malah satu jam waktu terbuang karena otakku terasa beku. Lain halnya ketika aku mencoba rileks sejenak. Bersantai 15 menit malah seringkali lebih berhasil daripada aku terus-menerus dalam kondisi stress dan panik.

Ketika mengikuti sesi Mindfulness tahun lalu aku mendapat pencerahan bahwa bersantai itu juga merupakan bagian aktivitas. Kadang-kadang atau malah sering, orang-orang merasa bersalah ketika ia bersantai sebelum pekerjaan selesai. Padahal bersantai itu bisa merilekskan otak dan badan sebelum kemudian kembali bekerja.

Bersantai bisa dilakukan di tempat kerja. Kalau aku lebih suka mendengarkan musik dengan headphone atau membaca situs lucu seperti 9gag. Atau kadang-kadang aku hanya mencoret-coret di agendaku.

Di rumah bersantai bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan tidur. Ketika bangun setelah memejamkan mata maka otakku kembali jernih daripada aku begadang menyelesaikan pekerjaan.

Cara yang disarankan dalam sesi Mindfulness adalah rileks dan meditasi. Caranya bisa merilekskan badan atau dengan sambil memejamkan mata. Selanjutnya menikmati nafas,saat mengambil dan mengeluarkan nafas. Lakukan dengan perlahan dan rasakan aktivitas pertukaran nafas tersebut. Selanjutnya dengarkan suara di sekelilingmu. Setelah merasa rileks maka bukalah matamu perlahan-lahan.

Cara meditasi ini menurut banyak praktisi bisa meningkatkan konsentrasi dan membuat seseorang lebih produktif. Aku sendiri masih dalam taraf belajar untuk lebih rutin mengambil sesi jeda, rileks, dan kembali bekerja.

Gambar: pixabay

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 20, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: