Festival Sinema Australia-Indonesia Kembali Dihelat, Kini Kunjungi Lima Kota

Setelah Festival Film Latin, Indonesia kembali dimeriahkan dengan festival film mancanegara. Kini giliran Festival Sinema Australia-Indonesia (FSAI) yang kali ini akan mengunjungi lima kota. Apa saja film-film yang bakal hadir pada festival tersebut?

FSAI telah dihelat sejak tahun 2016. Melihat animo masyarakat yang tinggi maka jumlah film dan kota yang dikunjungi pun semakin banyak. Tahun ini FSAI dihelat mulai 14 hingga 31 Maret. Lima kota yang dikunjungi yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Mataram, dan Bandung. Jakarta mendapat giliran pertama. Even ini akan dihelat di Jakarta pada 14-17 Maret. Selanjutnya giliran Mataram (15-17 Maret), Makasar (22-24 Maret), Bandung (23 – 24 Maret), dan rangkaian even pun ditutup di Surabaya (29 -31 Maret).

Ada delapan film panjang dan satu rangkaian film pendek. Delapan film panjang terdiri atas lima film Australia dan tiga film Indonesia. Tiga film Indonesia yaitu Ada Apa dengan Cinta 1 dan 2, serta Sekala Niskala. Sedangkan lima film panjang yang tayang yaitu Ladies in Black, GURRUMUL, Occupation, Storm Boy, dan The Song Keepers.

Ada Apa dengan Cinta 1 dan 2 membahas romansa Cinta dan Rangga yang terjalin sejak SMA. Setelah 14 tahun berpisah, keduanya kembali dipertemukan. Namun, Cinta sudah memiliki tunangan. Sedangkan Sekala Niskala membahas hubungan saudara kembar laki-laki dan perempuan. Ketika salah satu dari keduanya menderita sakit, saudaranya merasa gelisah. Ulasan lengkap Sekala Niskala di sini.

Ladies in Black menjadi film pembuka. Film ini mengisahkan tiga karyawati Department Store di Sidney pada tahun 1959. Film ini disutradarai Bruce Beresford dan dibintangi oleh Angourie Rice, Rachael Taylor, Julia Ormond, Vincent Perez, Susie Porter, Ryan Corr, dan Nicholas Hammond. Sedangkan Gurrumul berkisah tentang penyanyi tunanetra, Geoffrey Gurrumul Yunupingu. Film ini disutradarai Paul Damien Williams. Pada pemutarannya, si sutradara akan tiba dan penonton bisa berdiskusi dengannya.

Film Occupation merupakan film fiksi sains tentang serangan alien di bumi. Tidak banyak yang selamat. Mereka yang selamat pun kemudian membuat pasukan untuk melakukan perlawanan. Sedangkan Storm Boy bercerita tentang persahabatan anak laki-laki dengan seekor pelikan yang mengubah hidupnya. The Song Keeper membahas tentang grup paduan suara dengan menggunakan bahasa Aborigin. Film ini disutradarai oleh Naina Sen dan kaya akan nilai kultural.

Pada even festival ini juga dilakukan pemutaran film pendek dan diberi nama Flickerfest Short Film Selection. Ada sebelas film pendek yang diputar di antaranya Lost and Found, Ghostbear, Dreamweaver, Melon Grab, dan Welcome to The Country.

Festival ini gratis dan penonton bisa memesan tiket melalui situs Evenbrite. Nantinya penonton diminta melakukan registrasi satu jam sebelum pemutaran.

Gambar dari evenbrite

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 12, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: