Kucing dan Teve

Si Ponoc ternyata doyan nonton teve. Aku awalnya mengetahuinya ketika nonton pertandingan final sepak bola. Dia tiba-tiba mendekat di depan televisi. Matanya bergerak ke sana dan ke sini. Ia seolah-olah mengerti.

Kucingku memiliki karakter masing-masing. Si Mungil dulu manis dan penyayang. Ia suka membantu membersihkan tubuh Nero. Ia juga suka mengeong-ngeong di depanku seolah-olah mengajak berbicara.

Sedangkan Nero dulu yang lincah saat dewasa sudah kalem. Dia dulu doyan mie goreng tapi sekarang suka banget menyantap ayam goreng. Nero sekarang sudah enggan dielus-elus. Ia lebih suka berkelahi dan patroli.

Nah kucingku bungsu si Ponoc ini sukanya makan pakan kucing yang cair. Ini agak bikin bangkrut. Dia tak suka jika ikan dilumat dengan nasi. Ia juga tidak doyan biskuit kucing.

Si Ponoc rupanya punya hobi baru. Nonton teve. Jika teve menyala ia langsung lompat dari pangkuan dan duduk depan teve. Bahkan jika filmnya seru ia pun langsung melompat ke meja teve. Ia menonton dari situ sambil tangannya menyentuh layar. Wah Kamu paham nonton teve ya Ponoc?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 17, 2019.

4 Tanggapan to “Kucing dan Teve”

  1. Sama yg punya saya juga hituu

  2. Wah itu namanya kucing pinter dan unik …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: