Lagu-lagu Misterius Mono

Lagu Life in Mono sudah dirilis sejak 22 tahun silam. Meski usianya sudah dua dekade, lagu ini masih enak didengarkan saat ini. Lagunya bernuansa misterius. Rupanya lagu-lagu Mono memiliki nuansa yang sama, intringue dan haunting. Aku masih sering terintimidasi untuk mendengar lagu-lagu bernuansa dream pop electronic ini.

Life in Mono menjadi populer berkat menjadi tembang soundtrack film yang diangkat dari novel klasik “Great Expectation” karya Charles Dickens tahun 1861.Film yang dibintangi Gwyneth Platrow dan Ethan Hawke ini merupakan versi modern dari “Great Expectations”. Mengisahkan kedua anak yang bertemu pada masa lalu kemudian memiliki ikatan pada masa datang, meski si perempuan sebenarnya memiliki calon suami.

Life in Mono masuk dalam album Formica Blue. Album dari band asal Inggris bernama Mono ini dirilis tahun 1997. Mereka menyebut aliran mereka instrumental hip-hop. Mono merupakan duo yang terdiri atas musisi Martin Virgo dan penyanyi bersuara unik Siobhan de Mare. Album Formica Blue sukses.

Selain Life in Mono yang merupakan lagu romantis dengan musik yang misterius masih ada sembilan lagu lainnya dalam album ini. Album ini memiliki nuansa jazz dan dream pop dengan adanya musik terompet, deru bas, dan harpsichord, serta synthesizers. Sembilan lagu itu adalah Silicone, Slimcea Girls, Playboys, Penguin Freud, Hello Cleveland, High Life, The Blind Man, Disney Town, dan The Outsider.

Lagu Plaboys mirip lagu di video game yang musiknya berulang. Liriknya juga singkat, dibawakan secara berulang-ulang.

I survive despite ou
Cause I lived in you

Silicone merupakan lagu favoritku selain Life in Mono. Lagu ini cocok menjadi soundtrack film James Bond, La Femme Nikita, atau film bertema mata-mata. Suara Siobhan bening dan rapuh. Ada nuansa jazz dalam lagu ini. Nuansanya misterius.

So many times, I’ve tried to make you understand
You never tried to see behind my smile

If I didn’t know you like I do
I’d let you into the secret in me
Just because I’m good at fooling you
When no one’s around, I walk in your shoes

I’m smiling while lying to you
I’m smiling while lying to you
If you only knew…

Slimcea Girl
Memiliki intro yang menggugah. Ada bagian choir-nya. Liriknya sulit diintepretasi, sepertinya tentang seorang perempuan yang berbeda dengan masa lalunya.

As she walked down the street
The rain began to fall
He called out
But she passed on by
Like she never noticed him at all

Then the words of the song
Remind her of those days
Sees herself in the face of a stranger
Sat in a station road cafe

Penguin Feud
Memiliki intro berupa terompet dan bas serta suara Siobhan yang intrigue. Lagunya sedih. Tentang seseorang yang merasa tertolak dan ingin merasa sendiri. Lagu ini panjang, durasinya lebih dari enam menitan

No direction, need protection
All the futures pass with me
Feel rejection, isolation
Still in silence
Want to be, lone in me

Beauty stupid
Nothing but vanity
Can’t you see
Feel deception
Lost direction
Like never before
Like never before

The Outsider
Lagi-lagi lagu ini cocok untuk sebuah film tentang seseorang perempuan yang misterius atau seorang mata-mata. Ia menolak seseorang yang mendekatinya dan tidak ingin menyerahkan hidupnya padanya. Musik dan suaranya membuatku membayangkan sebuah film tentang Matahari, mata-mata wanita terkenal.

I will never witness your love again
I will never witness your love again
I will never knew the stranger in you
I will never knew the stranger in you

The stranger the stranger the stranger ….

I will not surrender my life for you
I will not surrender my life for you
You only see the sadness in me
I never knew the stranger in you

Hello Cleveland
Lagu ini paling minimalis untuk intro musiknya. Kemudian ada musik terompet, bas, dan synthesizer. Unik. Ini merupakan lagu instrumentalia sepanjang enam menitan.

High Life
Lagu ini berirama ceria seperti lagu tahun 80-an ala ABBA. Tapi lagu ini sebenarnya lagu yang sedih. Tentang para pria yang menyakiti pasangannya dan tak mendengar kata-kata pasangannya.

You never heard a single word
That I said to you tonight
You don’t remember anything at all
You seem to think that makes it right

It’s not the way you hurt me
It’s not the way you scream and shout
You’d never listen to a word I say
Always try to shut me out

Disney Town
Lagunya ceria seperti sedang berada di taman hiburan. Sama seperti High Life, lagu ini lagu sedih. Kehidupan rumah tangga yang penuh kepura-puraan, bak pasangan Barbie dan Ken.

Walls are white
Burning boredom
And her shoes are tight
They’re never right

Open shop, nothing left
Because they tied the knot
They lied a lot

He tells her
She feeds him
She hates him more
His teacup
She spits in
He loves her more

Blind Man
Diawali dengan intro bas yang asyik, kemudian ada efek seperti lagu film tahun 70-an dan musik dance yang membuat bergoyang. Tentang sepasang kekasih yang seolah-olah terperangkap satu sama lain

Searching for the answers but we’ve lost our way
No one ever stops to hear what you’ve got to say
I’m locked inside you, let me out
Trapped in a vision of what there about

Looking for a reason that will never be
I’m not the person that you think you see
There’s something wrong here
There’s no doubt
You’re like a blind man
Can’t see our

If he can’t hear he must feel

Di antara 10 lagu itu favoritku Silicone dan Life in Mono. Lagu ini masih asyik dan cocok untuk masa kini.

~ oleh dewipuspasari pada Maret 30, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: