Senangnya Arema Menang

Semalam ada yang bikin gembira. Ya, klub sepak bola kota asalku menang lawan Persebaya. Aku yang nontonnya deg-degan pun tertawa lebar ketika gol kedua berhasil disorongkan ke gawang. Hore.

Dulu ketika remaja aku tidak terlalu mengikuti perkembangan sepakbola. Di kotaku dulu ada dua klub sepakbola, Persema dan Arema. Yang milik kota Malang sebenarnya Persema, sedangkan Arema lebih ke kabupaten. Itulah yang kemudian menjadi jawaban kenapa Arema tandingnya di Stadion Kanjuruhan bukan di Stadion Gajayana yang ada di tengah kota Malang.

Dua tim ini dulunya sama-sama bagus dan beken. Tapi entah kenapa Persema kemudian performanya makin menurun, sedangkan Arema makin melesat. Arema dulu juga mengalami banyak perjuangan sebelum menjadi klub papan atas. Ada yang mengejek gara-gara pakai julukan singo edan jadinya mainnya membabi buta. Tapi ternyata kemudian Arema membuktikan mereka solid dan patut diperhitungkan.

Alhasil Arema kemudian lebih beken dibandingkan Persema. Ia menjadi klub kebanggaan Malang, baik kota dan kabupatennya.

Yang menarik dari Arema itu adalah fans militannya. Dulu sepupuku rajin menyaksikan pertandingannya. Ia rela merogoh dompet untuk membeli tiket secara sukarela. Sepupuku lainnya menjadi aremanita. Ada lagi sepupuku yang mengoleksi kaus dan album lagu-lagu Arema Voice.

 

Ya fenomena fans garis keras Arema ini menarik disimak. Aku baru memahami kenapa fansnya bisa begitu solid ketika menjadi penjaga stan Malang Pos di acara Expo Kota Malang waktu masih SMA.

Waktu itu stanku bersebelahan dengan stan Arema. Di stanku banyak dipajang foto-foto Arema sehingga banyak fans yang singgah ke tempatku.

Nah kemudian aku bertemu bang Ovan Tobing, salah satu tokoh karismatik Arema. Dia penyiar radio yang banyak berkontribusi ke Arema. Banyak orang yang mengerumuninya. Lalu aku berkenalan dengan seorang komando suporter dan berbincang-bincang dengannya, seperti bagaimana mengoordinir suporter, memberikan irama dukungan ke pemain dan sebagainya. Sungguh menarik. Apalagi kemudian ada band Arema Voice.

Kembali ke pertandingan. Ketika aku tahu lawannya adalah Persebaya aku jadi deg-degan. Sejak dulu Persebaya adalah rival utama Arema. Setiap kali ada pertandingan dengan Persebaya baik lawan Arema maupun Persema aku was-was, takut tawuran  dan kerusuhan, baik yang dilakukan suporter dari kota kami atau dari suporter Persebaya. Aku pernah nunggu angkot bersama kawan dan berpapasan dengan suporter lalu ada yang iseng melempari kami dengan petasan. Ini sangat menjengkelkan.

Arema versus Persebaya seperti Persija lawan Persib. Sama-sama rival dan suporter keduanya dikenal militan. Untunglah final kemarin berlangsung aman meski sebelum pertandingan ada kejadian tidak enak yang dilakukan suporter Arema yang kehabisan tiket.

Saat pertandingan pertama Arema dan Persebaya seimbang. Lalu di pertandingan kemarin Arema berhasil memasukkan gol pada babak pertama. Hingga babak kedua berakhir juga skor masih tetap sama. Baru di perpanjangan waktu Arema berhasil menambah gol.

Gol kedua ini menurutku lucu dan seperti kebetulan. Kiper Persebaya seolah-olah merasa sudah berhasil menghalau bola. Eh dia kurang waspada, ternyata masih ada pemain Arema di dekat gawang. Gol yang tak disanga-sangka.

Gol ini ibarat hadiah bagi kota Malang. Awal April tepatnya 1 April adalah ulang tahun Malang. Biasanya akan ada kirab hadiah mengelilingi jalan protokol yang diikuti pemain dan suporter Arema. Moga-moga juga berjalan tertib.

Selamat ulang tahun Malang dan selamat mendapat hadiah berupa kemenangan Arema.

Gambar dari nawacita

~ oleh dewipuspasari pada April 13, 2019.

2 Tanggapan to “Senangnya Arema Menang”

  1. Sy jg td mlm smpat nonton, turut senang. Itu hadiahnya 1, 5 M ya? Kok cm segitu? Waw..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: