Si Mungil Ponoc dan si Kecil Sekardus

Awalnya hawa begitu panas dan gerah. Tapi kemudian ditutup dengan hujan deras. Dua kucing lucu dan nakal pun jadi malas bermain di luar. Mereka asyik kejar-kejaran di dalam rumah. Setelah lelah mereka pun masuk dalam kardus dan tidur bersama.

Adalah si Ponoc alias si Mungil Junior yang susah membiarkan ada kardus kosong. Aku menyiapkan dus agak besar untuk memilah-milah barang. Eh sama Ponoc kardus itu dijadikan mainan baru.

Bolak-balik ia memasukkan harta karunya ke situ. Ada alas bedakku yang dicuri si Mungil dan jadi mainan favoritnya. Kemana-mana ia bawa alas bedak itu dengan bibirnya lalu ia tendang-tendang dengan kaki depan mungilnya.

Harta karun berikutnya adalah garpu plastik. Sepertinya ia mendapatkannya dari dapur. Ia suka sekali dan tak bosan menendangnya ke sana kemari. Ia pun memasukkan garpu plastik ke ‘markas barunya’.

Tak lupa ada kemoceng alias sulak yang ia sukai untuk menggelitik badannya. Ia cukup kuat menarik kemoceng itu untuk dimasukkan ke tempat harta karunnya.

Tapi ia kemudian ngambek tak jelas. Ia mengamuk di dalam kardus hingga kardus itu terbalik dan isinya berhamburan.

Saat itu hari mulai hujan dan Ponoc mulai mengantuk lemas. Si Kecil setelah makan juga mulai menguap. Si Kecil melihat kardus jadi makin mengantuk.

Kardus itu cukup besar. Muat untuk dua ekor kucing. Si Kecil masuk duluan dan langsung melungker. Si Ponoc menyusul.

Kardus punya magnet khusus bagi para kucing. Kini dua kucing itu akur dan tidur.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 14, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: