Tren Pamer Outfit Mahal, Demi Konten?

Media sosial memang memiliki dua sisi. Satu sisi bisa menguntungkan dari sisi komersil dan menciptakan citra diri. Sisi lainnya yaitu keinginan untuk selalu eksis dan dipuji. Yang nomor dua ini mulai aneh karena ada sebagian netizen yang seolah-olah berlomba-lomba untuk pamer. Pamer outfit mahal, salah satunya. Ini bisa menjadi tren kurang baik jika diikuti oleh follower-nya yang masih belia.

Media sosial itu unik. Ia menarik dan menghibur, tapi juga bisa bikin iri. Aku suka melihat-lihat foto para netizen yang mengunggah foto-foto liburan mereka. Menurutku ini masih sah-sah saja. Foto ini bisa menjadi inspirasi pilihan destinasi saat berlibur sekaligus mempromosikan keindahan nusantara.

Tapi yang mulai terasa aneh ketika netizen berlomba-lomba pamer outfit mahal. Ini lho jam tanganku mahal. Outfitku total milyaran lho. Aku beli jaket ini jutaan dan tipe ini eksklusif.

Sebenarnya hal ini akan lumrah jika diliput oleh majalah sosialita yang memang target para pembacanya adalah kalangan atas. Outfit ratusan juta atau hingga milyaran rupiah akan terasa biasa saja bagi kelompok orang-orang kaya yang jumlahnya lumayan banyak di Indonesia. Tapi mulai terasa aneh jika dijadikan konten di youtube atau media sosial lainnya.

Bukan hanya sisi pamernya yang bisa membuat follower-nya untuk ikut-ikutan. Tapi menurutku konten seperti ini juga kurang mendidik karena akan membudayakan hedonisme di kalangan remaja yang masih labil.

Waktu masih jadi kuli tinta aku menjumpai berbagai kalangan elit di Surabaya. Mereka merogoh uang ratusan juta hanya untuk sebuah tas mewah, seperti aku membeli seporsi seblak pinggir jalan. Ya bagi mereka hal itu mudah karena mereka punya banyak uang dan tas merupakan properti penting untuk mendongkrak penampilan mereka di kalangan sosialita.

Harga dan merk barang masih dinilai sebagian pihak mampu untuk mendongkrak kelas sosial mereka. Pakai baju dan sepatu mahal bermerk akan membuat mereka nampak lebih ‘gaul’. Sesekali investasi barang mahal yang awet dan berkualitas bagus memang boleh-boleh saja. Tapi jika hanya untuk mengikuti pergaulan dan karena terpengaruh oleh idolanya rasanya disayangkan.

Tren outfit mahal dan hedonisme di kalangan remaja ini bukan sesuatu yang fiktif. Semakin banyak kaum muda yang fasih dengan merk mahal, membandingkan idola mana yang paling kaya dan trendi, dan rela merogoh tabungan mereka serta menghabiskan gaji mereka demi gaya hidup agar nampak berkelas.

Outfit di Bawah Rp 100 ribu Juga Bisa Tampil Trendi
Bagi kalangan kaya merogoh Rp 12 Miliar hanya untuk pakaian dan aksesoris adalah hal yang kecil. Berbeda apabila nilai ini disebutkan di kalangan masyarakar yang harus bersusah payah untuk mendapatkan uang agar bisa makan hari itu. Terasa pahit dan getir.

Semakin banyaknya konten hedonisme yang berlebihan sulit dibatasi di media sosial. Untuk itulah penting peran para orang tua dan kakak untuk mengawasi konsumsi media sosial anak-anaknya, terutama yang menginjak usia remaja agar tak mudah terpengaruh.

Menurutku harga dan merk itu kurang penting. Yang lebih penting adalah kualitas dan rasa nyaman outfit itu ketika dikenakan penggunanya.

Masih banyak pakaian di bawah Rp 100 ribu yang enak digunakan. Di ITC ada banyak baju kerja perempuan yang harganya berkisar Rp 50 ribu. Kaus-kaus lucu pun banyak yang dijual dengan harga Rp 30 ribuan. Sepatu pun juga banyak yang berkualitas dengan harga di bawah Rp 100 ribu, asal jeli dan sabar memilihnya.

Yang mungkin agak mahal adalah celana dan blazer, serta sepatu pria. Harganya bisa ratusan ribu tapi biasanya di dunia kerja hanya perlu 1-2 setelan blazer dan celana. Bagi para remaja yang dirasa agak mahal mungkin jam tangan dan jaket. Harganya mungkin di atas Rp 100 ribu tapi sah-sah saja jika membelinya 1-2 buah karena jaket juga penting dimiliki.

Jika Kalian tidak punya banyak outfit maka Kalian bisa belajar untuk memadukannya. Lima buah kemeja dengan dua celana, dua rok dan dua jaket akan bisa digunakan ke banyak acara.

Coba cek baju Kalian di lemari dan ingat-ingat warna dan bentuknya. Siapa tahu jika Kalian ke rak obral atau ketika diskon besar Kalian menemukan pasangan yang cocok untuk baju Kalian. Aku pernah beberapa kali sukses melakukannya.

Dulu aku juga punya teman yang suka mewarnai ulang tasnya. Ia mewarnainya sendiri dengan pewarna bubuk yang dibelinya di pasar. Tasnya jadi nampak baru. Ada juga temanku yang rajin menghias tas. Ia menambahkan pin-pin di tasnya sehingga nampak unik.

Ya ada banyak cara untuk tampil trendi dengan anggaran terbatas. Tidak perlu keluar jutaan atau milyaran hanya agar penampilan Kalian menyolok dan disebut anak trendi. Membuat konten dengan outfit murah tapi tidak murahan bisa jadi akan lebih banyak dilirik dan dinilai lebih kreatif.

Gambar:pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 21, 2019.

12 Tanggapan to “Tren Pamer Outfit Mahal, Demi Konten?”

  1. Untung yang bikin konten konten nggak wawancara aku, kalo mereka lakuin itu pasti partku gagal tayang, gak memenuhi standar hahaha.

    Aku dari atas ampe bawah 400 k, apalagi kalo kagak pake sepatu. Jangan-jangan 200 k masih angsul.

    • Hahaha yang penting ‘life’ ya daripada sibuk mengurusi “style”. Tapi memang bergantung orangnya sih, ada yang pintar mix match atau memilih bahan sehingga bajunya juga nampak trendi meskipun di bawah Rp 100 ribu. Dulu ada rubrik majalah yang membahas fashion di bawah Rp 100 ribu dan rubrik itu menurutku keren karena mengajarkan untuk lebih memerhatikan fungsi dan kenyamanan baju dibandingkan harga dan merknya.

      Aku juga jarang mikir merk dalam urusan memilih baju, sepatu, dan celana hehehe. Biasanya yang penting nyaman. Memang ada merk favorit tapi juga nggak yang sampai berjuta-juta. Sepatu juga sekarang untuk sehari-hari pakai yang murah soalnya sering naik angkot atau ojek atau jalan kaki.

  2. yang suka dengan kondisi makin hedon gini ya para pemilik olshop ntu? haha.

  3. Pakaiannya bagus dan keren ya kak 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: