Membaca Malam-malam Putih: Resensi Ala Puisi Naratif

Malam-malam Putih

Hari ini hatiku mendung

Rasanya aku enggan melakukan apapun

Hingga aku dikejutkan sesuatu

Ayo Puspa, lakukan sesuatu

 

Aku tak ada keinginan menulis yang serius

Ingin membaca makalah pun ragu

Akhirnya kupilih membaca buku

Dari sastrawan Rusia pada masa lalu

 

Fyodor Dostoevsky, nama sastrawan itu

Malam-malam Putih, buku yang kupilih itu

Namanya sudah sering terdengar

Hanya baru belakangan ini aku tertarik membacanya

 

Aku mengakui wawasan sastraku terbatas

Oleh karenanya aku menumpuk buku dan ikut komunitas baca

Mungkin ada masa-masa

Aku kembali menjadi kutu buku yang antusias membaca

 

Buku ini tergolong tipis, 105 halaman

Aku membaca sebagian besar di kendaraan

Di atas LRT, aku membaca khidmat

Ketika tiba di stasiun tujuan, hanya tersisa beberapa lembar

 

Buku ini terdiri dari beberapa bab

Tentang perjalanan cinta pria pemuja kesepian

Ia tinggal di Petersburg yang lengang saat musim panas

Baginya sepi itu indah, tapi ada kalanya ia tenggelam dan ingin ada sesuatu menariknya

 

Untunglah ada seorang gadis yang nampak muram

Sang tokoh pria tergerak hatinya

Kesempatan itu datang

Keduanya menjadi dekat

 

Satu malam dua malam

Hingga suatu malam menjadi penentu perjalanan cinta mereka

Apakah mereka bisa jadi pasangan

Atau semuanya hanya angan

Membaca Malam-malam Putih: Resensi Ala Puisi Naratif

Kisah cinta mereka hadir begitu cepat

Masing-masing punya latar cerita yang muram

Hingga membuatku bertanya-tanya

Apakah segala sesuatu yang muram akan bercahaya jika disatukan

 

Dialognya khas pada masa itu

Mendayu-mendayu, merayu, membujuk

Seperti hujan menghapus gulana sehingga kemuraman pun lebur

Namun tak apa-apa si gadis mulai luluh

 

Ceritanya melankolis seperti era masa itu

Romantis namun juga agak kaku

Sebuah kisah cinta yang hadir lewat buku

dan diuji oleh waktu

 

Aku membaca tiap halaman dengan sabar

Kadang cerita si tokoh begitu kepanjangan

Aku akan pulas dan mati kebosanan jika menjadi tokoh utama perempuan

Namun untungnya si perempuan naif dan mudah jatuh cinta

 

Bukan kisah cinta favoritku

Buku ini juga bukan cerita yang akan terbayang di benak selalu

Bagian yang kusuka adalah deskripsi Petersburg

Yang ditinggalkan hingga musim panas berlalu

 

Aku bayangkan saat ini aku menjadi pria sepi itu

Aku jadi bertanya-tanya mengapa si pria dan si gadis bertemu pada malam larut

Namun aku juga kerap membaca buku

Tentang mereka yang suka jalan-jalan di pemakaman saat larut

 

Aku tak begitu terkesan akan buku ini

Namun aku suka judul Malam-malam Putih

Tentunya si penulis juga merasai malam-malam gelap

Karena gelap dan putih hadir seperti siang dan malam

 

Detail Buku

Judul: Malam-malam Putih

Penulis: Fyodor Dostoevsky

Penerbit: Penerbit Narasi

Penerjemah: Mufiqul District Bayu Ardiani

Tebal Buku: 105 halaman

~ oleh dewipuspasari pada April 23, 2026.

Tinggalkan komentar