Berlatih Puasa Sejak Kecil

Kapan Kamu mulai berpuasa penuh? Wah tema hari ini agak susah. Tantangan menulis kali ini tentang tips berpuasa anak kecil. Aku upayakan sebisaku ya, karena aku belum pernah secara langsung mendidik anak untuk berpuasa.

Dulu aku mulai dibiasakan puasa sejak SD kelas 1 tapi waktu itu masih latihan puasa alias puasa bedug. Waktu kelas 2 puasanya masih berselang-seling, puasa bedug dan puasa maghrib. Baru saat kelas tiga SD aku mulai berpuasa penuh. Tapi itu semua karena didikan Ibu dan pengaruh lingkungan.

Ibu sejak kecil mengajarkanku dan mengenalkanku akan sahur, doa niat berpuasa, dan tentang berbuka puasa. Aku dibangunkan ibu untuk ikut sahur waktu masih kecil. Kadang-kadang aku ikut, kadang-kadang juga tidak karena aku mengantuk.

Melihat kedua kakakku berpuasa, aku jadi ikut-ikutan. Awalnya aku ingin berlomba bersama kakak untuk menjadi yang terbanyak berpuasa sehari penuh. Tapi lama-kelamaan merasa malu jika hanya mampu berpuasa setengah hari. Karena lingkunganku yang berpuasa penuh maka kemudian aku juga termotivasi untuk segera mampu berpuasa penuh.

Saat ini ketika aku melihat kedua keponakanku yang baru masuk SD sudah mampu puasa penuh aku jadi terharu. Wah lingkungan pergaulan saat ini mungkin lebih baik sehingga mereka bisa lebih cepat untuk terdidik berpuasa penuh saat bulan Ramadan.

Untuk tips melatih anak agar berpuasa penuh maka aku mengambil dadi beberapa situs. Di situs tongkronganislami disebutkan bahwa anak-anak tidak wajib berpuasa. Mereka baru diwajibkan jika telah memasuki usia baligh. Namun demikian mereka tetap perlu dibiasakan berpuasa sejak dini agar pada waktunya sudah tak kagok.

Cara melatihnya yaitu memberikan pengetahuan seputar puasa, tentang makna dan tujuannya. Kemudian anak-anak dilibatkan dengan amalan berpuasa secara bertahap. Misalnya diajak ikutan sahur saat akhir pekan, ikut sholat tarawih, dan mengaji.

Selanjutnya anak-anak diberikan persiapan yang cukup untuk ikut sahur dan memulai berpuasa secara bertahap. Apabila si anak tidak sanggup tidak makan dan tidak minum hingga waktu berbuka jangan dimarahi tapi berikan apresiasi dan semangat untuk keesokan harinya.

Jika ia menunjukkan perkembangan berpuasa maka berikan pujian dan dorongan. Lingkungan juga turut membantu. Upayakan si anak berteman dengan anak-anak yang juga mulai berlatih berpuasa agar lebih termotivasi.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 26, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: