Momen-momen Buka Bersama

Aku mengenal istilah buka bersama pada waktu SMP. Dulu waktu SD dan SMP kami juga sering buka bersama di sekolah dalam wujud pesantren kilat yang dilaksanakan dalam beberapa hari hingga seminggu. Buka bersama kemudian diadakan bergantian di rumah. Aku juga pernah mengalami beberapa kali menjadi tuan rumah.

Aku kurang suka akan momen buka bersama di sekolah. Kami biasanya diburu-buru dan tak tenang. Kami hanya diberi waktu tak lama untuk makan lalu segera sholat Maghrib. Kadang-kadang kami hanga makan takjil lalu sholat Maghrib berjamaah dilanjut makan malam dan sholat tarawih. Semua waktunya cepat dan kami tergesa-gesa karena antri wudlunya juga sangat panjang.

Aku kurang suka akan momen buka bersama di sekolah. Aku tak menikmatinya. Lebih nyaman buka bersama di rumah. Meskipun aku juga tarawih di masjid tapi tak begitu tergesa-gesa seperti di sekolah.

Buka bersama di rumah teman mulai kualami ketika duduk di bangku SMP. Aku ikut kegiatan bernama Remaja Masjid. Kegiatannya banyak, ada sesi memperdalam ilmu agama, bakti sosial, bazaar, dan sebagainya.

Suatu waktu kami mendapat giliran untuk mengadakan buka bersama. Aku dengan senang membantu ibu menyiapkan hidangan berbuka puasa. Aku juga membantunya membuat puding dan hidangan takjil. Acaranya berjalan lancar dan kami dibantu untuk mencuci piring dan merapikan meja kursi.

Aku kemudian didapuk menjadi tuan rumah lagi saat kelas dua SMA. Asyiknya waktu itu menunya sumbangan dari teman-teman atau jaman sekarang disebut potluck. Kawanku ada yang menyumbang tekwan yang lezat dan menu lainnya.

Karena jumlah kawan SMA ku banyak kami pun menggelar karpet untuk dua tempat. Aku membantu Ibu menata dan memasak. Cukup melelahkan tapi aku menyukainya.

Saat kuliah juga ada sesi buka puasa bersama. Biasanya tiap tahun kami mengadakan per angkatan juga ada buka bersama bersama komunitas. Waktu itu aku aktif di tiga tempat, di Koperasi Mahasiswa atau Kopma, paduan suara, dan fotografi. Jadinya aku lumayan sering bukber saat itu.

Saat ini aku malah mulai enggan ikut buka bersama. Lebih enak di rumah, lebih nyaman, dan kemudian bisa ikut tarawih bersama di rumah atau di masjid dengan nyaman dan tak tergesa-gesa.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 28, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: