Momen Berkesan Saat Ramadan

Momen paling indah yang kuingat saat Ramadan adalah saat-saat sahur dan setelahnya. Aku suka mendengar musik patrol atau klotekan yang bertujuan membangunkan orang-orang untuk sahur, tapi sayangnya sejak tinggal di Jakarta aku tak pernah lagi mendengarnya. Padahal itu sangat menyenangkan. Selain itu yang paling kusukai saat Ramadan yaitu masa-masa setelah sahur.

Pada hari biasa aku jarang terbangun dini hari dan kemudian terus terjaga untuk beraktivitas hingga waktu tidur malam tiba. Saat Ramadan aku hanya tidur rata-rata sekitar 4-5 jam seharinya. Tapi tak apa-apa aku baik-baik saja dan merasa lebih produktif menulis pada bulan Ramadan ini.

Saat hari sebelumnya cukup tidur dan tidak merasa mengantuk, aku merasa sangat bersemangat berakivitas usai sahur dan sholat Subuh. Aku langsung melakukan pekerjaan rumah seperti menyapul, mengepel, mencuci piring dan baju, juga memberi makan Nero, Mungil, si Kecil, dan sekarang ada si Nduk dan anaknya yang masih batita. Lima kucing yang seolah-olah selalu lapar ini tinggal di halaman rumah. Hanya Nero dan Mungil yang sering masuk rumah.

Nah bagian ini yang kusukai. Saat yang menyenangkan ketika aku hampir menyelesaikan pekerjaan rumah dan pasangan siap berangkat ke kantor. Aku membuka pintu rumah. Hawa segar dan sejuk menyambutku. Hawa yang segar untuk ukuran di Jakarta. Aku begitu menikmatinya.

Saat itu matahari masih malu-malu. Pukul 05.30 langit di Jakarta masih belum begitu terang. Aku pun kemudian menjemur pakaian dan menyapu halaman. Kucing-kucing pun siap untuk makan. Mungil dan Nero pertama, baru kemudian si Kecil, lalu Nduk dan anak kucingnya yang putih.

Masih ada waktu hingga aku berangkat ke kantor. Aku punya untuk menulis. Menulis apa saja yang saat itu kuinginkan. Entah menulis di blog ini, menulis di Kompasiana, atau menulis untuk penelitianku. Aku menulis dan kemudian kuselingi dengan membaca dan mendengarkan musik. Si Mungil usai makan pun kemudian menggangguku. Memanjat tubuhku dan kemudian menepuk pipiku mencari perhatian. Atau berpura-pura menggigitku.

Aku menyukai momen ini dan bakal merinduinya.

~ oleh dewipuspasari pada Juni 2, 2019.

 
%d blogger menyukai ini: