Hollywood pun Tertarik Adaptasi “Bad Genius”

“Bad Genius” memberikan tontonan yang menyegarkan. Bercerita tentang gadis jenius yang menggunakan kepandaiannya untuk tujuan membantu kawan-kawannya meraih nilai tinggi, meski ia tahu caranya tak benar. Film ini banyak mendapatkan apresiasi positif dan segudang penghargaan. Secara komersial juga meraih pendapatan besar. Tak heran jika kemudian Hollywood tertarik mengadaptasinya.

Sejak menyaksikan “The Billionaire”, aku tertarik akan film Thailand. Beberapa film drama Thailand menarik untuk disimak selain film horornya yang memang keren. Di antaranya “One Day”, “Brother of The Year”, dan masih banyak lagi.

“Bad Genius (Chalat Kem Kong)” memiliki alur cerita yang segar. Dikisahkan ada gadis remaja jenius bernama Lynn (Chutimon Chuengcharoensukying) yang mendapat beasiswa memasuki sekolah elit. Ayahnya ingin anaknya yang pintar bisa mendapatkan sekolah yang bagus. Awalnya ia tak punya teman dan agak merasa rendah diri karena kawan lainnya berasal dari keluarga kaya raya.

Suatu ketika ia bertemu dengan seseorang di perpustakaan, Grace (Eisaya Hosuwan). Grace merasa otaknya bebal. Ia meminta Lynn mengajarinya dan menjadi guru privatnya. Lynn pun mau karena gadis itu pernah membantunya.

Keduanya pun bersahabat. Hingga di suatu ujian rupanya Grace itu tak bisa sama sekali mengerjakan soalnya meski Lynn selalu mengajarinya. Merasa kasihan maka Lynn pun memberi contekan kepada kawannya tersebut.

Masalah mulai muncul ketika Grace memberitahu kekasihnya, Pat (Teeradon Supapinyo) akan bantuan tersebut. Pat juga meminta hal yang sama, contekan. Ia menawari duit yang besar kepadanya untuk ditukar dengan contekan. Lynn pun tergoda. Lalu pria itu memberikan ide yang lebih gila, Lynn sebaiknya juga memberikan contekan ke lebih banyak siswa. Lynn pun memikirkan cara memberikan contekan ke banyak teman tanpa diketahui. Ia lalu menemukan ide brilian.

Idenya menarik. Fresh. Tokoh utamanya adalah sosok yang abu-abu. Penonton diajak kasihan kepada dirinya dan ayahnya beberapa saat di awal film, tapi kemudian setelah karakternya menjadi buruk, penonton jadi ragu-ragu, apakah berharap ia segera mendapat hukuman atau ia dan kawan-kawannya berhasil mencapai tujuannya.

Film yang terinspirasi dari kisah nyata ini membuka mata bahwa bisnis calo atau contek-mencontek di ujian itu banyak terjadi di berbagai negara, bukan hanya di negeri kita. Mereka ikut mencontek karena memang tak belajar, malas, atau karena tak percaya diri.

Akting pemainnya jempolan. Chutimon Chuengcharoensukying berakting natural sebagai Lynn. Ia karakter yang dibenci dan disukai. Film ini merupakan debutnya dan ia berhasil.

Hollywood dan Adaptasi Film Mancanegara
Hollywood tak jarang mengadaptasi film yang laris secara komersil maupun yang memang berkualitas apik. Tercatat ada film horor beken dari negeri sakura “Ring” kemudian juga ada film Eropa, “Let Me In”, dan masih banyak lagi.

Rencana mengadaptasi “Bad Jenius” karya Nattawut Poonpiriya, sebenarnya sudah terdengar sejak tahun lalu. Film ini bukan hanya menjadi box office di Thailand, tapi juga di kawasan Asia Tenggara dan China. Oleh karenanya studio Hollywood dan Bollywood juga tertarik mengadaptasinya.

Dua produser Hollywood yang tertarik untuk me-remake adalah Erik Feig (Now You Can See Me, Hunger Games) dan Patrick Wachsberger (Step Up, Mr and Mrs Smith). Hingga sekarang belum ketahuan jajaran pemainnya.

Gambar: IMDb

~ oleh dewipuspasari pada Juni 19, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: