Selamat Ulang Tahun Jakarta

Wah apa ya yang bakal terjadi apabila dalam beberapa tahun ke depan ibukota Indonesia tidak lagi di Jakarta? Hemmm sepertinya bakal ada era baru. Jakarta jadi seperti New York yang merupakan kota bisnis sedangkan Palangkaraya ibarat Washington sebagai kota pemerintahan.

Jakarta kemarin merayakan hari jadinya dengan konsep Jakarta baru. Wah seperti apa ya Jakarta dengan wajah dan pola pikir baru?

Setelah ada MRT sepertinya belum banyak perubahan di kota Jakarta. Plusnya alternatif transportasi publik semakin beragam. Tapi saat ini kemacetan masih terjadi, masyarakat yang sudah nyaman dengan mobilnya belum beralih ke transportasi publik.

Ada segudang alasan kenapa banyak yang masih menyukai berkendara pribadi meskipun ongkosnya mahal. Tapi masalah Jakarta bukan hanya tentang transportasi dan kemacetan.

Jakarta sebagian masih berantakan. Trotoar tidak ada atau digunakan kaki lima berjualan. Jakarta masih tak ramah bagi pejalan kaki. Pejalan kaki selalu was-was disenggol oleh kendaraan. Jika pun ada trotoar juga kondisinya mengenaskan, berlubang-lubang juga banyak bekas puing-puing bangunan yang tajam di kaki. Tak heran bila warganya dikenal malas sebagai pejalan kaki. Bukan karena malas tapi karena kondisi jalan yang tak menyenangkan.

Ruang publik juga masih jarang di Jakarta. Belum banyak ruang publik gratis yang bisa digunakan warga untuk berkumpul dan berdiskusi. Seandainya perpustakaan seperti perpustakaan nasional semakin banyak di Jakarta mungkin warganya akan semakin melek literasi. Tidak harus megah dan bertingkat-tingkat, cukup ruang baca yang nyaman.

Rasa ketidaknyamanan juga hadir lewat semakin menurunnya kadar toleransi beragama dan semakin banyaknya daerah eksklusif yang menumbuhkan paham radikal. Di daerahku suasananya sudah berubah tak sesejuk dulu, mudah panas dan mudah curiga. Pertikaian masih terjadi meski pemilu sudah berlalu. Budaya asli negeri juga seolah-olah tak lagi dihargai.

Aku memiliki rasa cinta kepada kota ini. Ia sudah seperti kampung halamanku kedua karena sudah lebih dari 10 tahun aku tinggal di sini.

Selamat ulang tahun Jakarta, teruslah maju namun jangan lupakan budaya sendiri dan sadarilah Jakarta adalah miniatur Indonesia yang memiliki beragam budaya dan agama. Jangan biarkan paham radikal tumbuh subur di kota ini.

Gambar dari nowJakarta

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 23, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: