Artikel Dihargai Lima Ribu Diterima atau Ditolak?

Pada sebuah acara kumpul-kumpul kompasianer di Taman Mini beberapa waktu lalu, kami mengobrol hangat tentang kisaran yang pantas bagi sebuah tulisan. Sejak tiga tahun terakhir ini marak proyek menulis yang ngenes dalam menghargai tiap tulisan. Sudah permintaannya banyak harus A, harus B, minimal berapa ratus kata. Eh dihargainya murah banget. Bisa lima ribu atau malah kurang. Kalau menurut Kalian tawaran seperti itu diterima atau tidak?

Banyak yang bilang penulis di Indonesia itu kurang sejahtera kecuali penulis novel yang laris dan karyanya sering dilayarlebarkan. Nah kalau yang ini mungkin memang seperti itu. Tapi bagaimana dengan penulis lainnya?

Dulu ada kawanku sebut saja namanya Adam. Ia lolos menjadi wartawan meskipun IP nya kurang memenuhi, di bawah tiga. Rupanya ia sejak mahasiswa pandai menulis. Ia rajin menulis di kolom dan membuat cerpen. Saat itu tulisan yang dimuat di koran bisa dihargai Rp 300 – 500/tulisan. Pada saat ini bisa mencapai Rp 750 ribu/tulisan.

Di Surabaya pada saat itu biaya kos masih murah, di bawah Rp 200 ribu dan masih banyak makanan dengan harga di bawah Rp 5 ribu. Dengan gaji Rp 1 juta pada masa itu sudah cukup untuk biaya hidup sebulan satu individu.

Nah karena kawanku itu pandai menulis dan bisa tiap minggu tulisannya dimuat maka ia bisa menghidupi dirinya lewat tulisan. Misalkan setiap bulan ia bisa menghasilkan 10 tulisan yang bernas di Kompas maka ia bisa menghasilkan Rp 10 – 15 juta per bulan. Honor yang lumayan besar.

Di Kompasiana saat ini ada K-Rewards. Ada yang mampu meraih Rp 4 juta lewat 1 tulisan tapi ada juga yang seperti aku, 30 artikel dengan hanya memeroleh Rp 90 ribu – Rp 400 ribu. Jika dihitung-hitung per artikel hanya Rp 3 – 13 ribu. Dari situ terlihat bahwa topik artikel dan judul itu menentukan. Masih banyak yang tertipu judul alias clickbait. Banyak juga pembaca yang suka topik-topik politik dan yang sedang viral.

Di tempat lain juga ada yang menghargai artikel Rp 5-10 untuk satu kali view. Jika yang membaca hanya 100 orang maka pendapatannya hanya Rp 500 -1000 artikel. Rasanya sedih.

Menulis itu tidak mudah. Ada banyak hal yang harus dilalui dari memastikan mood tetap baik sehingga tulisan tersampaikan, membuat rencana penulisan dan mengumpulkan data. Kadang-kadang kita juga perlu membuat foto dan infografis sendiri untuk menunjang artikel. Kadang-kadang kita perlu melakukan studi literatur dengan membaca dan mencari kamus.

Menulis seperti di blog sendiri ataupun di Kompasiana itu adalah sebuah kebutuhan bagi sebagian penulis. Tanpa dibayar pun mereka akan sukacita menulis di sana. Menulis di blog sendiri sebagai media mengungkapkan gagasan dan berlatih menulis. Sedangkan menulis di Kompasiana itu bisa membentuk citra diri kita dan peluang tulisan kita lebih banyak dibaca. Jikapun ada K-Rewards itu adalah bonus.

Di Kompasiana walaupun topik tulisan yang kubuat beragam, aku lebih dikenal sebagai penulis di bidang film dan tentang dunia kucing. Ada yang dikenal sebagai pengamat politik, adapula yang dikenal sebagai tukang makan alias madyanger karena sering menulis tempat makan.

Ya menulis di blog atau di Kompasiana itu suka-suka dan menyenangkan. Kalau begitu kenapa sewot jika dibayar Rp 5 ribu/tulisan?

Oleh karena artikel itu bukan jenis artikel suka-suka dan seringkali nama kita pun tidak ada di artikel tersebut digantikan nama orang yang memesan tulisan kita. Sudah menulisnya capek, topiknya bisa jadi kurang sesuai dengan minat, eh tulisan yang kita buat digantikan dengan nama pihak yang memesan. Kalau nilainya tinggi mungkin tidak apa-apa tapi kalau nilainya kecil? Hemmm ogah.

Ada yang curiga proyek tulisan yang murah itu adalah hasil subkon. Misalnya ia sebenarnya dapat dana Rp 1 juta untuk 10 tulisan dari klien. Lalu ia subkon lagi dengan Rp 50 ribu untuk 10 tulisan. Jadinya ia untung Rp 950 ribu tanpa melakukan apa-apa.

Tapi nilai itu bisa jadi berbeda tiap orang. Ada yang menerima harga tulisan murah karena berdasarkan sifatnya yang gelondongan dan proyek yang jangka panjang. Misalnya ia dikontrak selama setahun membuat 300 tulisan perbulan dengan per tulisan Rp 5 ribu. Maka setiap bulan ia bisa mendapatkan Rp 1,5 juta. Bisa jadi tulisannya hanya singkat-singkat, sekitar 100-150 kata tiap tulisan. Sehingga dengan 10 tulisan maka ia perlu membuat 1000 – 1500 kata.

Aku sendiri pernah menerima artikel pesanan yang dihargai Rp 25 ribu/artikelnya pada tahun 2010. Waktu itu syaratnya mudah, sekitar 300 kata dan jenisnya artikel ringan. Sebulan aku bisa mendapatkan Rp 750 ribu – 1,5 juta/bulannya bergantung pada kemampuanku dan senangnya saat itu proyeknya jangka panjang.

Tahun lalu aku juga pernah mendapatkan proyek yang jika dihitung per artikel maka akan rendah yaitu Rp 20 ribu/artikel. Tapi artikelnya singkat 200-an kata dan tentang musik. Jadinya aku tidak merasa repot ketika mengerjakan 100 tulisan dalam kurun 1 bulan. Nilainya total Rp 2 juta untuk 2 tulisan. Tapi nilai ini sulit dibandingkan dengan honor Rp 1 juta/artikel yang beberapa kali pernah kuterima.

Kata pemateri akhirnya tinggal dipilih apakah menulisnya satuan atau gelondongan dan dirasa cocok oleh si penulis. Permintaan menulis Rp 1 juta/artikel pun bisa jadi ditolak oleh penulis jika dirasa tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ia anut.

Bagaimana dengan Kalian, apakah mau menulis dengan honor Rp 5 ribu/artikel?

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 11, 2019.

10 Tanggapan to “Artikel Dihargai Lima Ribu Diterima atau Ditolak?”

  1. Mbak dewi ini rutinitasnya memang jadi penulis di kompasiana? Freelancer? Lalu bisa tidak jika rutinitas utamanya pekerjaan lain tapi bisa jadi penulis juga di salah satu yg seperti kompasiana itu? Saya ingin mencoba jadi penulis begitu di salah satu platform. Sejauh ini saya masih menulis di personal blog saya. Terima kasih ๐Ÿ˜Š

    • Saya bekerja fulltime sebagai konsultan TI. Menulis saat ini sebagai sampingan saja secara freelance. Saya sudah beberapa tahun ini bekerja dan tetap menulis, baik di blog ini, kompasiana, dan media online/cetak lainnya. Tetap bisa Bu, yang penting niat dan tekad๐Ÿ˜€

  2. ya balik lagi ke jumlah kata sih, kalau hanya singkat ya oke aja, tapi kalau udah harus riset data panjang dan lama, ogaaahlah

  3. $ 5000 ? ๐Ÿ˜Š

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: