Kebohongan yang Berulang-Ulang Bisa Dianggap Seolah-olah Kebenaran

Ada yang menyebut kebenaran itu bersifat relatif. Selama orang tidak ada yang bisa membuktikan itu salah maka sebuah pernyataan tetap dianggap benar.

Ketika aku belajar filsafat, aku agak kurang setuju dengan pendapat tersebut. Awalnya aku beranggapan semua kebenaran adalah bersifat absolut. Sesuatu yang benar haruslah tahan uji, ia tetap benar dalam kondisi apapun. Tapi ternyata realita tidak berkata itu.

Ada kebenaran tapi ketika mencapai level tertentu ia berubah menjadi sebuah yang berbeda. Sebuah anomali. Hal ini sudah ada contohnya seperti air yang dipanaskan pada suhu 4 derajat yang malah memuai. Atau anomali cuaca, misalnya turun hujan deras saat kemarau.

Yang memprihatikan jika kebenaran ini dipermainkan. Sebuah kebohongan dibungkus dengan rapi dan disampaikan terus-menerus hingga seolah-olah menjadi kebenaran. Ada yang ingin mempertanyakan hal tersebut tapi takut karena merasa ia kurang berkompetensi atau juga bisa dikarenakan ia takut mengalami perundungan massa.

Baru ketika ada yang berani menyampaikan, kemudian lainnya merasa terwakili dan ikut berani menguliti kebohongan itu. Tinggal sekarang menanti bagaimana bola itu bergulir apakah berhenti setelah kebenaran terungkap atau malah melaju ke hal lain.

Kasus kebenaran terbungkus kebohongan ini disampaikan lewat cerita fiksi “Baju sang Kaisar” karya HC Andersen. Semua berkata bajunya indah. Hanya anak kecil yang berkata jujur dan akhirnya semuanya paham mereka dibohongi dan takut berkata jujur karena yang menyampaikan kebohongan adalah orang penting dan disampaikan banyak orang.

Lainnya adalah kasus fenomenal bagaimana pemimpin bangsa pernah ditipu Raja idrus dan Ratu Markonah yang mengaku pemimpin suku anak dalam dari Jambi. Waktu itu Presiden sedang memerlukan dukungan dari banyak daerah sehingga ia pun menyambutnya. Tapi ternyata keduanya penipu.

Kasus-kasus seperti ini bisa kembali muncul jika masyarakat tak berhati-hati. Untuk itulah perlu pengetahuan untuk mengenali hoaks dan juga keberanian untuk menyampaikan pendapat yang benar.

Gambar: pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 28, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: