Tulisan Bagus Pasti Laku?

Menurut Kalian tulisan seperti apa sih yang laris dibaca? Dulu jika memasuki sesi-sesi workshop yang mengajarkan seni menulis, disebutkan bahwa tulisan yang baguslah yang bakal dicari. Konten bagus akan tidak dibatasi oleh waktu, bisa dibaca kapan saja. Tapi benarkah tulisan bagus pasti laku?

Jika melihat tulisan-tulisan yang banyak dibaca saat ini maka faktor utama yang membuat tulisan laris dibaca adalah malah sesuatu yang misterius. Keberuntungan.

Tulisan yang dibuat dengan sungguh-sungguh, berhari-hari dan memerlukan data yang lengkap malah  kadang-kadang hanya dibaca segelintir orang. Tidak sepadan dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan oleh penulisnya. Tapi banyak pula tulisan ringan yang mungkin remeh-temeh, dibuatnya pun hanya menitan malah dibaca ratusan atau malah ribuan pembaca.

Tulisanku tentang seputar investasi dan perkembangan teknologi digital, misalnya, kubuat dengan sungguh-sungguh. Aku membaca berbagai analisa, termasuk sumber-sumber mancanegara agar tulisanku lebih berisi. Tapi ternyata yang membaca tidak banyak. Ketika kemudian aku iseng mengupas kebiasaan anak TI khususnya programmer, eh ternyata tulisannya tembus angka seribu. Padahal aku menulisnya secara spontan dan tak sampai sejam.

Tapi memang kita tidak bisa mengandalkan faktor X yaitu keberuntungan. Tulisan yang bagus dan lengkap apabila disampaikan dengan bahasa dan gaya yang menarik tetaplah ada pembacanya.

Dari pengamatanku tulisan yang ringan atau berbobot juga punya kans yang besar untuk laris apabila ia mengikuti tren yang sedang viral saat ini. Misalnya tulisan tentang Horor KKN Penari. Wah di mana-mana banyak pembacanya, padahal kadang-kadang unsur barunya hanya satu paragraf.

Masih banyak hal yang bisa dikupas dari misteri tersebut. Seperti misalnya asal-usul desa tersebut disebut desa penari. Inspirasi tarian Banyuwangi, desa-desa yang disebut kandidat utama lokasi kejadian tersebut, serta hal-hal apa yang harus disiapkan atau dihindari jika sedang KKN di sebuah desa agat terhindar dari masalah seperti yang dialami tokoh-tokoh di desa penari.

Aku sendiri menganggap ada sedikit kejanggalan dari cerita horor tersebut. Tapi bisa jadi karena tulisan tersebut bukan dari pelakunya langsung tapi orang kedua, sehingga bisa jadi ada yang terlewat atau ditambahkan. Tentang kebenarannya sendiri aku relatif percaya karena ada sedikit unsur yang mirip dengan yang kualami ketika pernah malam-malam melakukan api unggun di sebuah hutan di daerah Batu, Malang.

Ya, mengikuti hal yang sedang tren dan viral bisa jadi acuan agar tulisan kita banyak dibaca. Berikutnya, tentu mengomentari hal-hal yang sedang ramai dibicarakan, misalnya tentang rencana perpindahan ibu kota, pembunuhan keji yang dilakukan oleh seorang ibu karena utang, ulasan film Gundala, misteri Livi Zheng, dan sebagainya.

Tapi memang tak serta-merta opini kita tentang hal yang sedang tren tersebut juga banyak dibaca. Biasanya orang-orang menggunakan judul yang memikat atau malah judul yang kontroversial. Asal tidak clickbait menurutku pengunaan judul yang menarik tak masalah.

Dan yang terakhir kenapa tidak membuat sendiri suatu tulisan yang kiranya bisa viral. Rumusnya memang agak susah karena ada faktor X seperti keberuntungan. Tapi biasanya sesuatu yang viral diawali dengan banyak diperbincangkan dan bukan sesuatu yang lazim, bisa karena lucu, menarik,seram, atau menyentuh. Ada yang meminta anggota kelompoknya untuk memviralkan sesuatu, atau juga bisa meminta bantuan influencer. Tapi jangan sampai melakukan kebohongan atau sesuatu yang merusak ya agar tulisan kalian bisa viral.

Meskipun mendapatkan banyak pembaca itu menyenangkan, tetap jangan dilupakan bahwa menulis itu adalah sebuah proses yang menyenangkan. Menulis itu adalah suatu wadah untuk menyalurkan gagasan atau beropini. Sehingga tetaplah konsisten untuk terus menulis bagus dan lengkap, tanpa memedulikan besaran pembacanya. Apabila pembacanya banyak anggap saja sebagai bonus. Karena jika tulisan hanya mementingkan pembaca maka lama-kelamaan daya analisa dan kreativitas kita akan menumpul dengan sendirinya.

Jadilah diri kalian sendiri. Misalkan tak nyaman untuk ikut-ikutan menulis hal yang sedang viral, maka jangan lakukan. Tulislah apa yang ingin Kalian sampaikan. Jangan lupa, lakukan dengan sebaik-baiknya.

Gambar: pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 31, 2019.

4 Tanggapan to “Tulisan Bagus Pasti Laku?”

  1. aku sangat jarang menulis mengikuti sesuatu yang sedang viral, menulis sesuatu yang sreg saja

  2. aku nyamannya menulis hal remeh-temeh, wkwk. 😅

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: