Pede Saja di Konferensi Internasional

Apakah Kalian pernah mengikuti dan menyampaikan hasil penelitian Kalian di sebuah konferensi internasional? Jika belum, cobalah sesekali. Atau Kalian bisa mencobanya untuk level nasional terlebih dahulu. Kalian akan mendapatkan semacam ‘insight’ atau setidaknya pertemanan baru di sana. Kurang lancar berbahasa Inggris, juga tak masalah.

Pasangan menyebut bahasa Inggrisku untuk percakapan kurang bagus. Apalagi jika sudah lama tak memakainya. Bahasa Inggris dengan aksen Jawa yang kental. Kadang-kadang aku jadi kurang percaya diri untuk menggunakannya.

Tetapi, sesuatu kadang-kadang harus dipaksa. Apalagi saat ini kita hidup bukan hanya bertemu satu negara, tapi banyak orang dari berbagai negara. Kesempatan bertemu dan menjalin relasi dengan banyak orang dari berbagai negara itu pun selalu ada.

Apa sih manfaat mengikuti konferensi? Aku baru kenal namanya konferensi TI sekitar tahun 2010. Saat itu aku baru lulus melanjutkan kuliah strata dua. Rupanya konferensi TI diperlukan agar para mahasiswa dan akademisi, juga praktisi mengetahui apa yang sedang tren di bidang TI saat ini, termasuk penelitian apa yang sedang tren dan hasilnya.

Aku baru mengetahui konferensi TI tingkat internasional sekitar tahun 2011. Waktu itu aku begitu gugup menjadi pembicara konferensi TI yang pertama. Bahasa Inggrisku kurang bagus. Belepotan. Dan ketika itu ada beberapa orang asing yang juga ikut serta. Tapi rupanya mereka memaklumi bahasa Inggris para peserta. Untungnya pertanyaan juga tak begitu banyak dan bisa kujawab dalam bahasa Inggris dengan lumayan lancar.

Pengalamanku kemudian berkembang ke beberapa konferensi TI lainnya. Rasanya senang ketika karya kita lolos dan kita diumumkan menjadi pembicara. Ada beberapa konferensi yang lumayan susah menembusnya. Sehingga paperku harus yang cukup lumayan bagus dan perlu waktu untuk mengerjakannya.

Beberapa waktu lalu aku menghadiri konferensi TI tingkat mancanegara yang baru beberapa kali diadakan sebuah kampus. Menariknya pesertanya banyak yang tak pede berbahasa Inggris. Bahkan ada pula yang minta ijin untuk menggunakan bahasa Indonesia. Padahal bila lokasi dan pesertanya di Indonesia malah dimaklumi jika kemampuan bahasa Inggris pas pasan. Bahkan bisa jadi tempat untuk berlatih berbahasa Inggris. Salah salah sedikit tak apalah.

Pede saja jika tampil di konferensi internasional. Dari peserta luar juga tak semuanya juga pandai berbahasa Inggris, sama seperti kita.

Kalau tak mencoba, kapan lagi kita berani tampil berbahasa Inggris di depan publik.

~ oleh dewipuspasari pada September 8, 2019.

3 Tanggapan to “Pede Saja di Konferensi Internasional”

  1. Terima kasih kak, sudah membangkitkan semangat untuk tidak takut mencoba dan membuka wawasan agar terus mau melatih diri untuk PD bersaing šŸ˜Š

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: