Rujak Cingur dan Rawon

Mumpung lagi pulang kampung di daerah Malang maka makanannya pun serba Jawa Timuran. Yang khas dan suka bikin kangen itu rawon dan rujak cingur. Ada lagi sih namanya tahu campur. Tapi yang nomor tiga ini agak susah, harus nunggu dulu penjualnya berkeliling dengan gerobagnya.

Omong-omong tentang rawon, sebelumnya aku sudah mencicipinya di sebuah resto hotel di Sumenep. Untuk rasa dan penampilannya, aduh. Susah sekali untuk bilang masakannya enak. Rasanya amburadul.

Rawon identik dengan kuah berwarna hitam yang merupakan hasil dari keluwek dan aneka bumbu. Didalamnya ada potongan daging sapi yang empuk dengan bumbu yang meresap. Lalu disajikan dengan kerupuk udang, tauge panjang, sambal, dan telur asin.

Di hotel tersebut rawonnya encer dan kurang hitam. Dagingnya minim dan masih agak alot dengan bumbu yang belum meresap. Disajikannya bersama tempe goreng yang hambar plus kerupuk udang, tauge dan sambal, tanpa telur asin . Mmm…apakah kokinya tidak belajar memasak rawon yang benar ya? Rasa rawonnya begitu minus.

Untunglah Ibu di rumah tahu aku kangen akan rawon. Beliau memasakkan aku dengan cara yang jauh lebih baik. Ah daging yang empuk berpadu dengan keluwek dan sejumlah bumbu dapur lainnya. Hasilnya? Rawon yang sunggguh sedap.

Masakan ‘R’ yang tak kalah enaknya adalah rujak cinggur. Tapi kebanyakan cingurnya diganti dengan kikil sapi biasa.

Aneka sayuran disajikan bersama potongan tahu, tempe, kikil, dan lontong. Lalu disiram dengan saus kacang plus petis yang gurih dan sedap. Rasanya segar, gurih, dan mengenyangkan.

Untuk rujak cingur ini biasanya si penjual berimprovisasi dengan rasa petis dan isiannya. Ada yang menambahkan unsur buah-buahan seperti bengkuang dan nanas. Eh nyambung juga sih. Sayurannya juga kadang-kadang kurang umum. Jika biasanya kol alias kubis, tauge, dan kangkung serta mentimun, ada juga yang berimprovisasi dengan sawi dan kacang panjang. Oke oke saja sih.

Sedangkan untuk urusan petis, ternyata juga punya andil menciptakan menu rujak cingur yang sedap. Petisnya ada yang asin dan manis. Perlu uji coba untuk dapat menghasilkan rujak cingur yang sedap.

Wah rujak cingur sudah, rawon juga sudah, begitu juga dengan bebek goreng. Jadi ingin tahu campur atau tahu telur nih.

~ oleh dewipuspasari pada September 9, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: