Jalanan Surabaya Kurang Informatif

Jalan HR Muhammad dulu tak asing bagiku. Setiap hari ketika masa awal kuliah aku melewati jalan ini menuju rumah pamanku. Tapi kini aku merasa asing sama sekali, terutama ketika hendak menuju Suramadu. Ada sebuah bunderan dengan banyak persimpangan. Salah belok sedikit maka salahlah ruteku, aku harus putar balik lagi minimal beberapa kilometer lagi dalam kondisi lalu lintas yang padat.

Ada apa dengan Surabaya? Jalan-jalan kota ini membingungkan bagi yang bukan penghuninya.

Dulu waktu aku SMA, guruku pernah beberapa kali memutar di jalan yang sama. Kami yang waktu itu berangkat untuk sebuah lomba matematika pun merasa cemas. Kami kuatir karena jam mulainya sudah dekat. Rupanya guru kami bingung karena ada jalan dua arah dan ada yang satu arah.

Kakak dan kawannya pernah ditilang dua kali. Dan apesnya ia ditilang di tempat yang sama. Gara-garanya keduanya juga bingung dengan rute satu arah dan dua arah. Memang saat itu jarang ada informasi mana jalan yang satu arah dan yang dua arah. Alhasil mereka yang baru pertama atau jarang ke kota ini sering kewalahan. Ujung-ujungnya bisa sial. Kena tilang.

Aku sendiri pernah enam tahun tinggal di kota ini. Setelah pindah ke Jakarta, aku jarang ke kota ini. Paling-paling kalau ada dinas ke kota ini atau sekedar turun di bandara Juanda dan lanjut ke kota Malang.

Oleh karenanya saat kemarin ada acara di Surabaya aku merasa pangling. Pangling dengan banyaknya perubahan jalannya. Ada penambahan ruas, simpang susun, dan juga underpass-nya. Aku jadi tidak percaya diri untuk berbelok atau memutuskan untuk di jalan atas atau lewat underpass. Beberapa kali aku salah belok dan akibatnya kami harus memutar lagi.

Demikian juga dengan arah menuju tol ke Malang atau dari Malang menuju Surabaya. Informasinya minim. Aku dua kali salah berbelok, alhasil kami kembali lagi ke Surabaya. Apes deh.

Rupanya bukan hanya aku yang mengalami keapesan ini gara-gara info tol yang kurang informatif. Kakak ipar juga mengalaminya. Ia telah mengikuti petunjuk, tapi kemudian salah memilih tujuan yang ke Malang. Sama sepertiku, ia kembali ke pusat Surabaya.

Sepertinya korban-korban jalan yang kurang informatif ini banyak. Tolong untuk Pemkot Surabaya untuk menambahkan informasi jalan yang mudah dipahami. Di kota-kota lainnya kami jarang tersesat walaupun tanpa Google Maps, karena jalan-jalannya relatif informatif.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 15, 2019.

2 Tanggapan to “Jalanan Surabaya Kurang Informatif”

  1. Saya aja yg tinggal di Surabaya,lewat jln HR Muhammad masih suka bingung dengan jalur baru 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: