Pergulatan Hidup Orang Pinggiran di Jepang dalam “Shoplifters”

Jepang bukan hanya diisi oleh mereka yang berhasil dalam karir dan berdedikasi tinggi. Di sudut-sudut perkotaan kota yang glamor dengan rumah-rumah warga yang telah disulap menjadi apartemen, masih ada rumah-rumah sederhana dengan penduduk yang bekerja ala kadarnya. Di antara mereka ada keluarga Shibata, yang menjadi tokoh dalam film “Shoplifters”.

Di keluarga Shibata ada Shota (Jyo Kairi), anak laki-laki berusia sekitar 10 tahunan. Ia suka membawa tas punggungnya seolah-olah baru pulang dari sekolah. Ketika ayahnya, Osamu (Lily Franky) mengajaknya ke pusat perbelanjaan dengan membawa tasnya tersebut itulah masa-masa ia beraksi dan berpetualang.

Ayahnya mengajarinya sesuatu. Perpaduan kecepatan tangan, kerja sama, dan ketenangan. Dengan resep itulah mereka mampu membawa mie instan, makanan, dan beragam barang lainnya tanpa membayar.

Ya, Shota mulai tangkas untuk mengutil. Ayahnya berkata hal tersebut tak masalah karena barang di toko bukan barang milik orang. Toko besar juga tak akan merugi. Shota berpikir mengutil berbeda dengan mencuri karena tak ada yang dirugikan.

Saat mereka berjalan pulang, si ayah merasa kasihan melihat anak perempuan tetangga yang nampak lapar. Anak kecil empat tahunan bernama Yuri (Miyu Sasaki) itu mereka gendong. Di rumah mereka memberinya makan.

Di dalam rumah yang sempit dan berantakan itu hiduplah banyak orang. Ada si nenek (Kirin Kiki), si ayah dan ibu, Nobuyo (Sakura Nado), Aki (Mayu Matsuoka) si saudara dari pihak ibu, dan Shota. Kini juga ada Yuri. Mereka hidup berdesak-desakan.

Awalnya si ayah dan ibu berniat mengembalikan Yuri. Tapi ketika mencuri dengar pembicaraan kedua orang tua Yuri yang terus bertengkar dan saling menyalahkan akan kepergian Yuri, maka keduanya tak jadi membawanya pulang ke orang tua kandungnya.

Lama kelamaan Yuri betah dengan keluarga barunya. Mereka melihat Yuri sering dipukul dan diperlakukan buruk oleh orang tuanya. Shota mulai cemburu oleh perhatian orang-orang kepada Yuri, terutama dari ayahnya. Ia hanya ingin beraksi bersama ayahnya. Yuri juga punya nama baru, yaitu Lin.

Shota mulai terusik ketika ia melakukan acara pengutilannya bersama Yuri. Yuri berhasil mengutil tapi pemilik toko mengetahui aksinya dan berpesan kepada Shota agar tak mengajari adiknya sesuatu yang salah.

Saat Shota mulai ragu. Ia berbuat sesuatu yang kemudian membuat rahasia keluarganya terbongkar.

Sebuah cerita yang tak terduga
Film “Shoplifters” mengundang banyak perhatian. Film ini berhasil meraih penghargaan di Cannes 2018 dan berhasil masuk dalam nominasi film berbahasa asing di ajang Oscar. Meskipun tak menang dan kalah oleh “Roma”, film ini tetap mendapat apresiasi dari pecinta film.

Hati-hati spoiler!

Shoplifter berhasil mengangkat sosok keluarga di Jepang yang jarang selama ini diangkat. Sebuah keluarga yang sangat sederhana tapi permisif kepada kejahatan seperti mengutil. Mereka menganggap hal tersebut seperti kejadian biasa saja. Demikian juga dengan Shota yang tak bersekolah di tempat umum, hanya belajar di rumah. Para kaum dewasa memberikan definisi yang salah kepada anak yang polos tersebut.

Di sini ada beberapa hal menarik yang bisa dikaji. Tentang rumah yang sempit dan kumuh serta dihuni banyak orang dewasa. Di Jepang harga tanah begitu mahal dan sudah umum jika anak menjadi parasit kedua orang tuanya. Memang menjaga orang tua hal yang baik tapi ada pula yang melakukannya karena tak mampu untuk membeli properti atas nama mereka.

Sama seperti di Indonesia banyak keluarga menggantungkan diri pada uang pensiun. Oleh karenanya mereka mau melakukan apa saja agar uang pensiun itu tetap lancar mengalir.

Ketiga, orang dewasa yang paling muda adalah aki. Ia menjadi hostes dengan memberikan jasa kepada pria-pria mesum. Nenek dan keluarga di rumah tersebut mengetahui pekerjaannya dan mereka santai-santai saja, seolah-olah pekerjaan tersebut sudah umum di Jepang.

Selain cerita yang menarik dan tak lazim, teka-teki di akhir juga tak terprediksi. Akting pemainnya apik dan natural. Dua jam berlalu tanpa terasa bosan.

Hanya yang bikin aku bingung adalah latar waktu ceritanya. Bukankah pakaian yang dijual di department store diberikan penanda sehingga jika barang tersebut dikutil maka kemudian berbunyi.

Detail Film:
Judul: Shoplifters
Sutradara: Hirokazu Kore-eda
Pemeran: Mayu Matsuoka, Sakura Ando, Jyo Kairi, Miyu Sasaki, Lily Franky, Kirin Kiki,
Genre: Drama
Skor: 8/10
Gambar: IMDb

~ oleh dewipuspasari pada September 24, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: