Beri Aku Arti

Band Padi pernah menjadi satu di antara deretan band ternama tanah air. Mereka memiliki sejumlah tembang hits yang masih enak didengar hingga sekarang. Salah satunya tembang bertajuk “Beri Aku Arti”.

Tembang ini ada di dalam album “Lain Dunia”yang dirilis sekitar tahun 1999. Ada banyak lagu yang enak didengar di album ini seperti “Sobat”, “Mahadewi”, dan “Seperti Kekasihku”. Tapi ada dua lainnya yang kurang beken dan underated, yakni “Di Sini Tanpamu” dan “Beri Aku Arti”.

Hingga saat ini aku suka mendengar tembang “Beri Aku Arti”. Lagu ini memiliki lirik yang menyentuh dan musik yang indah sekaligus melankolis.

“Beri Aku Arti” bercerita tentang persahabatan. Selama bertahun-tahun berteman bisa jadi ada pasang surut. Persahabatan dalam lagu ini bermakna suram, ketika seseorang tersebut mengambil langkah salah dalam hidupnya, berkenalan dengan narkoba.

Narkoba hanya merupakan jalan pintas, tidak memberikan solusi, malah memberikan masalah berat di kemudian hari karena sifatnya yang mengadiksi. Ketika seseorang telah terjerat narkoba maka pandangan hidup dan cara hidupnya telah berubah. Kawan-kawannya akan sulit memahaminya, demikian pula dirinya.

Lagu “Beri Aku Arti” seperti memberikan sudut pandang dari sisi pecandu narkoba tersebut. Apabila ia berhasil kembali seperti sediakala dengan melalui rehab, apakah teman-temannya dulu bisa kembali menerimanya?

Musiknya kaya. Aku suka irama bas Rindra di sini, demikian juga dengan duo gitar Ari dan Piyu. Vokal Fadly juga merdu dan menghayati baris-baris dari lagu ini. Dibawakan ala orkestra ataupun akustik lagu ini tetap indah.

Berikut liriknya:

Menjumpai hari suasana sepi
Menikmati nafas alam tak berasa
Beragam warna terbayang sekilas
Menyingkirkan luka tanpa diminta

Pernahkah ku sadar tanpa itu semua
Dalam terang surya selalu terjaga
Memahami makna arti kenyataan
Keremangan senja selipkan hampa

Reff:
Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda

Memalingkan wajah acuhkan muka
Menyamakan arti bukan suara hati
Ingin berbicara hasrat pengungkapan
Masih pantaskah aku di sampingmu

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 6, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: