Bahas Album Pertama Nirvana, “Bleach”yang Eksperimental Yuk!

Hari Jumat ini aku agak malas bekerja. Inginnya melakukan pekerjaan yang kreatif, bukannya membaca jurnal penelitian hehehe. Akhirnya lepas istirahat sholat Jumat aku mendengarkan musik Nirvana. Album pertama Nirvana, “Bleach”, dulu termasuk favoritku, sering sekali kudengar. Kini mendengarkannya lagi seolah-olah aku kembali ke masa SMP.

Album “Bleach” ini kali pertama ku mengenal album Nirvana, sebelum kemudian aku berkenalan dengan album “Nevermind”, album paling terkenal Nirvana. Dalam album “Bleach” ini tembang-tembang hitsnya di antaranya “About a Girl”, “School”, dan “Love Buzz”. Favoritku sendiri adalah “Love Buzz” dan “Paper Cuts”.

Hal yang menaik dari tembang-tembang dalam album ini adalah kesan eksperimentalnya. Minimalis tapi berkesan fresh. Bahkan masih asyik didengar hingga saat ini. Nuansa grunge-nya juga terasa.

Album The Bleach ini dirilis tahun 1989 dan terdiri atas 13 tembang. Pada saat itu personelnya terdiri atas Kurt Cobain (vokal, gitar), Krist Novoselic (bas), Dale Crover dan Chad Channning (drum), juga ada pemain tambahan pada saat rekaman yaitu Jason Everman (gitar).

Tentang “Love Buzz” rupanya lagu ini merupakan cover dari tembang lawas milik band asal Belanda, bernama Shocking Blue. Tembang ini diciptakan oleh Robbie van Leeuwen dan dirilis tahun 1969.

Lagu ini memiliki lirik yang singkat. Hanya dua bait dan diulang-ulang. Lagu ini secara harfiah bisa dimaknai dengan pernyataan cinta. Yang menarik dari tembang ini adalah bagian basnya yang menonjol, termasuk pada bagian solo.

Would you believe me when I tell you
You’re the queen of my heart
Please don’t deceive me when I hurt you
Just ain’t the way it seems

Can you feel my love buzz?

Untuk “Paper Cuts” aku sudah pernah mengulasnya. Lagu ini kelam dan suram. Ia berdasarkan kisah nyata sebuah penganiayaan anak-anak yang dilakukan oleh orang tua. Lagu ini paling emosional dalam album ini.

Lirik-lirik dalam tembang ini rata-rata singkat dan berulang seperti “Blew” dan “School” . Yang kusukai line bas-nya juga jelas terdengar seperti dalam Blew . Hanya ketukan drumnya relatif mirip-mirip.

Lagu yang emosional dan juga enak didengar yaitu “Blew” yang ingin melepaskan diri dari sebuah hubungan dan lagu yang singkat dan eksperimentalis yakni “School”. Aku suka akan “School”, fresh. Lirik singkat, berulang, tapi sungguh tetap menarik.

Wouldn’t you believe it
It’s just my luck (4x)
No recess (3x)
You’re in high school again

“Swap Meet” memiliki lirik yang lebih bernas tentang kehidupan sepasang kekasih yang saling menjaga kebersamaan. Liriknya lumayan panjang, nomor dua setelah “Paper Cuts”. “Downer” dari sisi musik kurang kusukai tapi liriknya menarik, padat dan memiliki makna, yaitu tak ingin bersikap munafik. Sedangkan “Sifting” tentang enaknya melakukan hal-hal yang tak umum dan dilarang.

Afraid to grade
Wouldn’t it be fun
Cross says floss
Wouldn’t it be fun
Wet your bed
Wouldn’t it be fun
Sun felt numb
Wouldn’t it be fun

Lagu yang kurang sukai dalam album ini juga ada beberapa. “About a Girl” relatif melankolis, sendu, dan agak membosankan. Lagu ini tentang seorang perempuan yang diharapkannya cocok untuk untuknya. Tapi ia tak bisa setiap malam bertemu dengannya. “Floyd the Barber” tentang pemerkosa dan pembunuh juga tak kusukai. Termasuk “Negatif Creep” yang liriknya tentang anak perempuan yang sudah dewasa. Masih ada yang jarang kudengarkan seperti “Scoff” tentang kecanduan alkohol dan “Mr Moustache” tentang kemarahan karena terlalu banyak dikontrol. Kemudian ada “Big Cheese” yang terasa biasa dibandingkan tembang-tembang dalam album ini.

Kalau Kamu lagu mana yang Kalian suka dalam album ini?

Gambar: Youtube dan ultimateclassicrock

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 19, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: